Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNews.com-Tim dari Otoritas Bandara (Otban) Soekarno-Hatta berhasil menjuarai Tournament Futsal Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (9/12/2016) malam.
Dalam pertandingan yang diikuti oleh 28 tim dari seluruh komunitas dan instansi di wilayah Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten tersebut Otoritas Bandara Soekarno-Hatta berhasil meraih point tipis atas tim Angkasa Pura 2 Cabang, 5-4.
Tuan rumah, yakni Angkasa Pura II mencoba mengejar ketertinggalan tersebut. Namun, sampai dengan peluit panjang ditiup wasit, skor tetap tak berubah.
Laga yang berjalan begitu ketat itu sempat terjadi keributan. Pasalnya, tudingan muncul kalau tim Otban telah memainkan pegawai yang ada di Jakarta. Beruntung, situasi panas itu berhasil direda dengan cepat oleh pihak panitia. Sampai akhirnya, tim dari Otban pun mengangkat piala yang diserahkan langsung oleh Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin.
Acara pun berlanjut ke dalam malam puncak pemberian piagam besera hadiah berupa uang tunai kepada juara 1, 2 & 3. Sedangkan, untuk sang juara utama dalam turnamen itu sendiri, juga disematkan sebuah piala.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGDinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang tengah mempersiapkan jalur khusus bagi calon peserta didik penyandang disabilitas dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD dan SMP Negeri.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews