9 Napi Lapas Kelas I Tangerang Berisiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan
Jumat, 11 September 2026 | 14:31
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang memindahkan sembilan orang narapidana ke Lapas di wilayah Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah
TANGERANGNEWS.com—Sebanyak 1,8 juta vaksin COVID-19 dari Sinovac tiba via Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada Kamis (31/12/2020).
Kedatangan vaksin ini merupakan yang kedua kalinya setelah 1,2 juta vaksin Sinovac tiba pada 6 Desember 2020 lalu.
Sebelumnya, pesawat Boeing 777-300 ER dari maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-890D lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, kemarin (30/12/2020), sekitar pukul 19.55 WIB dan mendarat di Beijing Capital International Airport, Kamis (31/12/2020), sekitar pukul 04.00 waktu setempat.
Vaksin yang dimuat dalam 10 Envirotainer tersebut kemudian langsung diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat yang sama dan mendarat sekitar pukul 11.55 WIB.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, vaksin kemudian dibawa ke warehouse Garuda Indonesia terlebih dahulu untuk dilakukan pengisian ulang daya Envirotainer. Rencananya, vaksin akan langsung dibawa untuk disimpan di Kantor Pusat Bio Farma di Bandung.
Tampak hadir saat penjemputan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (RED/RAC)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang memindahkan sembilan orang narapidana ke Lapas di wilayah Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah
TODAY TAGGunungan sampah terlihat memenuhi salah satu area pemrosesan akhir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sejumlah kendaraan pengangkut sampah dan alat berat masih beraktivitas di sekitar tumpukan tersebut.
Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews