Connect With Us

Idih, WN Malaysia Simpan Kapsul Heroin di Anus

| Selasa, 31 Mei 2011 | 13:17

Pelaku WN Malysia yang melakukan penyelundupan. (tangerangnews / dira)

BANDARA - Penyelundup narkoba tak pernah habis akal demi lolos dari pemeriksaan. Kali ini perempuan WN Malaysia berinisial FBS (26) dibekuk petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta karena membawa 71 kapsul heroin, termasuk 20 butir yang disimpan dalam anus.

FBS ditangkap pada Sabtu (28/5) pukul 20.30 WIB. Dari perempuan itu, petugas menyita total 71 butir kapsul yang berisi bubuk warna cokelat yang setelah dites adalah positif heroin.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, FBS datang dengan menumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK-388 rute Kuala Lumpur-Jakarta, melalui Terminal 2D Internasional.

"Modus pelaku yakni 51 butir kapsul berisi heroin disembunyikan di dalam saku kanan dan kiri celana pendek yang dilipat dan diikat yang disimpan di dalam tas tangan (handcarry) dan 20 butir lainnya dimasukkan ke dubur TSK. Dikeluarkannya pada saat dilakukan pengembangan di salah satu hotel di wilayah Cikini," ujar Gatot, Selasa (31/5/2011).

Selajutnya, petugas Bea dan Cukai bersama-sama dengan tim Badan Nasional Narkotika (BNN) selama 3 hari melakukan pengembangan kasus di Cikini dan Menteng. Namun belum berhasil menangkap penerima karena mereka sudah menduga kurirnya tertangkap petugas.

Harga heroin ini ditaksir Rp 1,1 miliar. Pelaku baru lulus akademi keperawatan tetapi masih menganggur. Dia membawa heroin dari Kuala Lumpur atas perintah seorang WN Nigeria berinisial A yang tinggal di Malaysia.

"Pelaku bersedia menjadi kurir untuk membawa ke Jakarta, karena tidak punya pekerjaan dan dijanjikan imbalan USD 1.000 apabila sudah kembali ke Malaysia," terang Gatot.(DRA)

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill