Connect With Us

687 Kura-kura Mocong Babi Gagal Diselundupkan

| Senin, 1 April 2013 | 14:15

Petugas Karantina menunjukan kura-kura mocong babi. (tangerangnews / rangga)

 

TANGERANG-Penyelundupan 687 ekor kura-kura moncong babi berhasil digagalkan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta 1, di Bandara Soekarno-Hatta. Namun,  pelaku penyelundup berhasil melarikan diri.

Kepala BKIPM Jakarta 1 Tegus Samudro mengatakan, hewan langka tersebut diselundupkan dari Makasar menuju Jakarta melalui bagasi penumpang pesawat Sriwijaya Air pada 15 Maret 2013.

"Sesampainya di Jakarta, kemasan kura-kura moncong babi ini pecah. Barulah saat itu, petugas mengetahui adanya pengiriman ilegal. Kemungkinan pelaku langsung kabur, karena tidak ada yang mengambil barang itu," katanya, Senin (1/4).

Menurutnya, pengiriman hewan langka ini dianggap ilegal karena tidak dilengkapi dokumen yang lengkap. Pasalnya kura-kura moncong babi merupakan komoditi yaang dilindungi, berdasarkan PP No. 7/1999.

"Hewan ini dilindungi karena terancam punah di wilayah asalnya, Irian Jaya. Pelaku penyelundup bisa dijerat pasal 6 UU no 16/1992 dengan ancaman pidana penjara 3 tahun dan denda 150 juta," tukasnya.

Menurut Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Toni Ruchimat, harga hewan ini yang berusia kurang dari satu bulan saja mencapai 150 ribu.
"Biasanya kura-kura moncong babi dimanfaatkan untuk obat penambah stamina," ujarnya.

Selanjutnya ke 687 kura-kura moncong babi ini akan diserah terimakan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta untuk perawatan dan dilepas kembali ke habitat liar.

Sementara Koordinator Konservasi Satwa Langka WWF-Indonesia, Chairul Saleh mengatakan, pergadangan ilegal satwa merupakan ancaman kedua terbesar hilangnya habitat.
 
Dia mengharapkan tidak hanya sebatas mengagalkan penyelundupan dan serah terima satwa ke balai konservasi, tapi juga ada upaya menangkap pelakunya dan memberikan efek jera.

"Penangkapan ini jadi indikasi bahwa satwa yang dilindungi masih dalam keadaan terancam punah. Masih ada upaya penjualan, diduga pengiriman ini untuk menyuplai perdagangan gelap satwa langka. Untuk itu, perlu ada peningkatan kerjasama secara optimal dgn berbagai pihak," tukasnya.(RAZ)
 
BANTEN
Dinas Pertanian Banten Monitoring Kesehatan Hewan Kurban ke 8 Kabupaten/Kota, Ini Jadwalnya

Dinas Pertanian Banten Monitoring Kesehatan Hewan Kurban ke 8 Kabupaten/Kota, Ini Jadwalnya

Senin, 27 Mei 2024 | 19:21

Dinas Pertanian Provinsi Banten akan melakukan monitoring kesehatan hewan kurban ke 8 kabupaten/kota, menjelang hari raya Idul Adha 1445 Hijriah.

TEKNO
OpenIn Gandeng Telkomsel, Inisiasi Era Baru Layanan Location Intelligence untuk Bisnis di Indonesia

OpenIn Gandeng Telkomsel, Inisiasi Era Baru Layanan Location Intelligence untuk Bisnis di Indonesia

Kamis, 23 Mei 2024 | 19:45

Dalam langkah inovatif untuk ekosistem bisnis Indonesia, OpenIn, pelopor dalam layanan location intelligence, mengumumkan kolaborasi strategis dengan Telkomsel, penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia.

HIBURAN
Kenapa Bulan Mei 2024 Terasa Sangat Lama? Begini Penjelasan Ahli

Kenapa Bulan Mei 2024 Terasa Sangat Lama? Begini Penjelasan Ahli

Senin, 27 Mei 2024 | 08:29

Banyak warganet di media sosial mengeluhkan bulan Mei 2024 terasa berjalan sangat lambat. Fenomena ini serupa seperti awal tahun 2024, yakni pada bulan Januari silam.

WISATA
Menggugah Selera, Nasi Lengko Khas Cirebon Hadir di Cibodas Tangerang

Menggugah Selera, Nasi Lengko Khas Cirebon Hadir di Cibodas Tangerang

Senin, 27 Mei 2024 | 18:57

Para pecinta kuliner tentu sudah tak asing mendengar makanan Nasi Lengko. Makanan khas Cirebon dengan cita rasa menggugah selera itu kini hadir di Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill