Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com - Di tengah gejolak antara buruh dan PT Krakatau Steel soal Pemutusan Hungan Kerja (PHK). Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cilegon mendukung langkah restrukturisasi yang dilakukan oleh pabrik baja milik negara tersebut.
Restrukturisasi disebut untuk menyelamatkan keuangan pabrik baja plat merah itu dari lilitan utang dan kerugian yang terus mendera. Krakatau Steel dilaporkan mempunyai utang hingga Rp40 triliun.
"Dalam pertemuan tersebut HIPMI Cilegon mendukung langkah-langkah dan kebijakan Dirut dalam rangka membenahi perusahaan sehingga PT KS kembali menjadi pabrik baja kebanggaan nasional," kata Ketua HIPMI Cilegon Ahmad Suhandi dalam keterangannya, Jumat (9/8/2018).
Andi mengatakan, dari pemaparan Dirut KS, pabrik pengolahan baja itu sudah tidak menambah utang sejak awal tahun 2019. Dengan begitu, restrukturisasi akan jalan terus dan memulai pembenahan internal.
Baca Juga :
"Saya berkeyakinan Silmy Karim orang yang tepat menangani KS dengan munculnya pabrik-pabrik baja baru di Indonesia pasti turut mempengaruhi perjalanan lambat KS, baja impor, persaingan yg semakin kompetitif dan melihat masalah diinternal KS sendiri juga kami menduga jadi alasan besar KS mengalami kerugian dan menumpuk hutang," kata dia.
Para pengusaha di Cilegon khususnya yang tergabung dalam HIPMI akan terus mendukung langkah bos KS. Ia menilai KS harus diselamatkan demi nama baik Indonesia. (MI/MRI/HRU).
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGBulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah merumuskan skema kebijakan untuk merespons sejumlah keluhan yang disampaikan oleh komunitas pengemudi ojek online (ojol) roda dua dan roda empat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews