Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com - Upacara memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia dilakukan dengan berbagai cara oleh rakyat. Tak terkecuali oleh awak buah kapal (ABK) dan penumpang di KMP Elvina.
Pengibaran bendera Sang Merah Putih dilakukan sambil berlayar dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Suasana khidmat menyelimuti peringatan detik-detik proklamasi.
Fadil Afarudin, salah seorang penumpang kapal mengaku ikut merasakan kekhidmatan saat mengikuti prosesi upacara penaikan bendera di atas kapal. Terlebih, upacara ini dilakukan di atas laut Selat Sunda.
"Buat saya sebagai warga negara Indonesia untuk mengikuti peringatan 17 Agustus ini kontribusi bagus," katanya, Sabtu (17/8/2019).
Alfan merasa tergugah mengikuti upacara bendera tersebut. Sejak meninggalkan bangku SMA pada tiga tahun silam, pemuda yang saat ini kuliah di Jakarta, baru saat ini bisa mengikuti upacara bendera 17 Agustus.
Baca Juga :
"Saya terakhir upacara 3 tahun lalu, saat SMA. Dan kali ini saya kembali lagi bisa mengikuti upacara," ujarnya.
Sementara, Kepala Cabang PT Aman Lintas Samudra (ALS) Merak, Adam Hendriyono yang bertanggungjawab pengoperasian KMP Elvina menyatakan, pelaksanaan pengibaran bendera mendapat atusiasme dari penumpang kapal. Sejak awal, penumpang begitu bersemangat mengikuti upacara. Ia berharap, dengan pengibaran bendera di atas kapal ini dapat menjadi momentum memperingati jasa-jasa pahlawan yang berjuang saat kemerdekaan.
"Ternyata para penumpang sangat antusias mengikuti upacara ini. Dari orangtua hingga anak-anak, mereka begitu semangat. Artinya, ada semangat begitu besar memperingati jasa-jasa pahlawan kita. Mereka (penumpang) menunjukan begitu cinta dengan NKRI," terangnya.(RMI/HRU)
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPengadilan Agama (PA) Tigaraksa mencatat sebanyak 2.074 kasus perceraian di Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) periode Januari-April 2026.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan kembali memperbaiki jalan desa di wilayahnya melalui program Banten Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews