80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Darurat Judi Online
Kamis, 14 Mei 2026 | 23:05
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
TANGERANGNEWS.com - Upacara memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia dilakukan dengan berbagai cara oleh rakyat. Tak terkecuali oleh awak buah kapal (ABK) dan penumpang di KMP Elvina.
Pengibaran bendera Sang Merah Putih dilakukan sambil berlayar dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Suasana khidmat menyelimuti peringatan detik-detik proklamasi.
Fadil Afarudin, salah seorang penumpang kapal mengaku ikut merasakan kekhidmatan saat mengikuti prosesi upacara penaikan bendera di atas kapal. Terlebih, upacara ini dilakukan di atas laut Selat Sunda.
"Buat saya sebagai warga negara Indonesia untuk mengikuti peringatan 17 Agustus ini kontribusi bagus," katanya, Sabtu (17/8/2019).
Alfan merasa tergugah mengikuti upacara bendera tersebut. Sejak meninggalkan bangku SMA pada tiga tahun silam, pemuda yang saat ini kuliah di Jakarta, baru saat ini bisa mengikuti upacara bendera 17 Agustus.
Baca Juga :
"Saya terakhir upacara 3 tahun lalu, saat SMA. Dan kali ini saya kembali lagi bisa mengikuti upacara," ujarnya.
Sementara, Kepala Cabang PT Aman Lintas Samudra (ALS) Merak, Adam Hendriyono yang bertanggungjawab pengoperasian KMP Elvina menyatakan, pelaksanaan pengibaran bendera mendapat atusiasme dari penumpang kapal. Sejak awal, penumpang begitu bersemangat mengikuti upacara. Ia berharap, dengan pengibaran bendera di atas kapal ini dapat menjadi momentum memperingati jasa-jasa pahlawan yang berjuang saat kemerdekaan.
"Ternyata para penumpang sangat antusias mengikuti upacara ini. Dari orangtua hingga anak-anak, mereka begitu semangat. Artinya, ada semangat begitu besar memperingati jasa-jasa pahlawan kita. Mereka (penumpang) menunjukan begitu cinta dengan NKRI," terangnya.(RMI/HRU)
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
TODAY TAGKawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini punya ikon baru. Alun-alun Pondok Ranji bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, inklusif, dan ramah keluarga.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews