Connect With Us

Pengamat Sebut Keputusan Demokrat Usung Andra-Dimyati di Pilkada Banten Aneh

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 20 Juli 2024 | 16:31

Pengamat Media Komunikasi UIN Jakarta Deden Mauli Darajat. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pengamat Media Komunikasi UIN Jakarta Deden Mauli Darajat menilai keputusan DPP Partai Demokrat yang memberikan rekomendasi kepada pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah untuk maju dalam Pilkada Banten 2024 dirasakan aneh.

Sebab, pasangan yang diusung ternyata bukan kader internal. Padahal, partai berlambang mercy itu memiliki kader dengan elektabilitas dan basis massa yang kuat.

Karena itu, menurutnya kebijakan Parpol diyakini belum mewakili aspirasi pemilih di daerah. Apalagi calon yang diusung belum memiliki rekam jejak memimpin pemerintahan.

"Meski DPP sudah memberikan rekomendasi tetapi bisa jadi belum mewakili aspirasi pemilih. Apalagi kader Partai Demokrat merupakan mantan kepala daerah dan memiliki basis massa yang kuat," katanya, Sabtu 20 Juli 2024.

Perlu diketahui Andra Soni adalah kader Partai Gerindra yang kini sebagai Ketua DPRD Banten. Sedangkan pasangannya Dimyati dari PKS sebagai anggota DPR RI.

Sementara, kader internal Partai Demokrat yang mencalonkan diri adalah Iti Jabaya yang merupakan mantan Bupati Lebak serta Arief R Wismansyah mantan Wali Kota Tangerang. Keduanya menjabat sebagai kepala daerah selama 10 tahun.

Deden mengatakan sejatinya Pilkada Banten akan sangat menarik ketika mantan kepala daerah diberikan kesempatan maju untuk bertarung gagasan dari pengalaman yang dimiliki. Apalagi mereka memiliki basis massa yang kuat dan partai politik yang besar pula.

Tetapi dengan keputusan Partai Demokrat mengusung yang bukan kadernya sendiri, memiliki banyak catatan. Karena elektabilitas dan keterpilihannya dikenal publik menjadi pekerjaan rumah yang harus dipikirkan kedepan.

Dengan sisa waktu yang pendek, Parpol harus memikirkan dalam mengangkat sosok yang diusung agar disukai publik. 

"Rekemendasi pusat sejatinya memperhatikan akar rumput. Elektabilitas dan popularitas harus diperhitungkan juga, apalagi masuk ke daerah yang basis massanya sangat kuat. Ini jadi pekerjaan rumah tentunya," ujarnya.

Deden juga mengungkapkan keputusan Partai Demokrat mendukung Andra-Dimyati karena faktor kedekatan Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu 2024 kemarin yang berlanjut ke Pilkada Banten.

Walaupun Demokrat memiliki kader yang ingin maju, tetapi Demokrat akhirnya satu suara dengan Prabowo dengan mengusung kader Gerindra.

Ia melihat keputusan Demokrat mengusung Andra - Dimyati karena adanya kepentingan nasional. Apalagi Prabowo sedang menyiapkan calon - calon menterianya, sehingga harus membuat keputusan yang melihat ke arah lainnya.

"Meski DPW Banten memberikan rekomendasi, tetapi harus tunduk dengan keputusan DPP," ujar Deden.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill