Muncul Surat Edaran Perubahan Transaksi Bank BRI ke Bank Lain dari Rp6.500 Jadi Rp150 Ribu Per Bulan, Ini Faktanya
Kamis, 16 April 2026 | 19:02
Sebuah surat yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) beredar di masyarakat dan media sosial.
TANGERANGNEWS.com- Fenomena kesepian menjadi salah satu isu sosial yang cukup serius di Indonesia.
Berdasarkan penelitian Litbang Kompas pada Juni 2025, terungkap bahwa 1 dari 5 orang di Tanah Air, atau sekitar 19,98 persen dari total responden mengaku merasakan kesepian emosional setidaknya sekali dalam sepekan.
Data tersebut melibatkan 512 responden dari 72 kota di 38 provinsi. Hasilnya menunjukkan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada di peringkat teratas dengan tingkat kesepian tertinggi, mencapai 66,07 persen. Artinya, hampir dua dari tiga warganya sering merasa kesepian dalam sepekan.
Tak hanya DIY, sejumlah provinsi lain juga tercatat memiliki prevalensi kesepian yang cukup tinggi, termasuk Banten yang berada di posisi ketujuh dengan persentase 27,31 persen.
Kondisi ini menandakan bahwa perasaan terisolasi dan kurangnya koneksi sosial tak hanya dirasakan di daerah perkotaan besar, tetapi juga di wilayah lain.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesepian dan isolasi sosial dapat berdampak besar pada kesehatan mental maupun kesejahteraan individu. Kondisi ini bahkan bisa meningkatkan risiko depresi, stres, hingga penyakit fisik akibat berkurangnya kualitas hidup.
Berikut daftar lengkap 10 provinsi dengan tingkat kesepian tertinggi di Indonesia berdasarkan penelitian Litbang Kompas 2025 dilansir dari GoodStats.id
1. DI Yogyakarta – 66,07%
2. Kalimantan Tengah – 44,06%
3. Kalimantan Barat – 36,15%
4. Lampung – 33,54%
5. Sulawesi Selatan – 28,6%
6. Jawa Tengah – 27,35%
7. Banten – 27,31%
8. Jakarta – 24,95%
9. Jawa Barat – 24,31%
10. Sumatera Utara – 22,05%
Sebuah surat yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) beredar di masyarakat dan media sosial.
TODAY TAGBisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews