Kabar Gembira! RUU Perampasan Aset Ditargetkan Rampung Desember 2026
Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:43
Komisi III DPR RI tengah mempercepat penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
TANGERANGNEWS.com-Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan optimisme tinggi terhadap masuknya investor baja raksasa asal Provinsi Hebei, Tiongkok.
Langkah ini diyakini akan memperkuat industrialisasi nasional sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten, khususnya Kota Cilegon yang selama ini dikenal sebagai pusat industri baja nasional.
Optimisme tersebut disampaikan Andra Soni usai menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Presiden Direktur PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhammad Akbar Djohan, dengan Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei, Zhao Chenxin.
Prosesi penandatanganan ini berlangsung di Gedung Krakatau Steel, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa 26 Mei 2026.
Delegasi investor asal Negeri Tirai Bambu tersebut dipimpin langsung oleh Zhao Chenxin, didampingi Chairman Hebei International Trade Group Zhang Yougui, serta sejumlah pelaku industri baja terkemuka dari Tiongkok.
Menurut Andra Soni, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Banten di kancah industri nasional.
Ia menilai keberadaan Krakatau Steel sebagai industri hulu strategis sangat ditunjang oleh potensi infrastruktur Banten yang mumpuni, salah satunya pelabuhan internasional di Cilegon yang memiliki kedalaman alami hingga 21 meter.
“Kondisi ini menjadi daya tarik penting bagi investor global untuk mengembangkan industri baja terintegrasi di Banten. Wilayah kita sangat mendukung untuk pengembangan hilirisasi dan distribusi industri skala besar. Ini menjadi momentum penting bagi industrialisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Krakatau Steel Siapkan Lahan 2.000 Hektare
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Krakatau Steel, Muhammad Akbar Djohan, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan lahan sekitar 2.000 hektare di kawasan ekonomi khusus (KEK).
Lahan luas ini disiapkan secara khusus untuk mendukung realisasi investasi baru di sektor industri baja tersebut.
Akbar berharap, kolaborasi dengan investor Tiongkok ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor baja jadi.
“Kami ingin pabrik-pabrik baja dari Tiongkok ini membangun fasilitas produksi langsung di Indonesia dengan memanfaatkan bahan baku dari Krakatau Steel. Targetnya, industri baja dibangun di dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri,” tegas Akbar.
Transfer Teknologi dan Ramah Lingkungan
Sementara itu, Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei Zhao Chenxin menjelaskan bahwa Provinsi Hebei merupakan salah satu pusat industri baja terbesar di Tiongkok yang saat ini telah mengadopsi teknologi modern dan ramah lingkungan.
Ia melihat Indonesia memiliki prospek yang sangat besar dalam pengembangan industri baja jangka panjang.
Zhao berharap investasi ini tidak hanya mempererat hubungan ekonomi kedua negara, tetapi juga membawa dampak positif berupa transfer teknologi dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
“Kerja sama hari ini kami harapkan menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih besar di masa depan,” pungkasnya.
Komisi III DPR RI tengah mempercepat penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
TODAY TAGSinar Mas Land kembali menorehkan prestasi gemilang di industri properti nasional dengan menyabet empat penghargaan bergengsi sekaligus dalam ajang Golden Property Awards (GPA) People's Choice 2026
Kota Tangerang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional dengan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey Indoor 2026 yang diikuti oleh atlet-atlet dari 12 provinsi di GOR Nambo.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews