Connect With Us

Beredar Spanduk Penolakan Safari Politik Jokowi di Tangerang

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:41

Spanduk penolakan kedatangan mantan Presiden RI Joko Widodo di Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Sejumlah titik di Kabupaten Tangerang mulai terpasang spanduk penolakan kedatangan mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). 

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews, spanduk-spanduk tersebut terpasang di dua lokasi, yaitu di tepi Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa dan di Jalan Raya Pemda Tigaraksa, tepatnya di depan gerbang masuk Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang.

‎Dalam spanduk tersebut, terpampang foto Jokowi mengenakan batik yang dikelilingi tanda larangan atau penolakan.

‎Kemudian, pada spanduk tersebut terdapat pula narasi yang bertuliskan "BANTEN MENOLAK SAFARI POLITIK JOKOWI YANG BERKEDOK SAFARI BUDAYA".

‎Di bagian bawahnya di lanjutkan dengan narasi yang bertuliskan "SAATNYA RAKYAT BERSATU PENEGAK HUKUM BERSAMA RAKYAT TANGKAP DAN ADILI JOKOWI".

‎Di bagian atas spanduk terlihat beberapa logo Organisasi Masyarakat (Ormas) yang menolak kedatangan Jokowi di Kabupaten Tangerang, yang meliputi Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) Banten, Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI, Koalisi Rakyat Banten, hingga Tim Pemburu Ijazah Palsu.

‎Seorang juru parkir (jukir) di Jalan Raya Pemda Tigaraksa Marko Andrian mengatakan spanduk penolakan itu telah terpasang sejak empat hari yang lalu.

‎Ia menyebut, belum diketahui bagaimana proses spanduk tersebut dipasang dan siapa pihak yang harus bertanggung jawab.

‎"Empat hari yang lalu udah ada spanduk ini. Tapi saya enggak tau prosesnya sama siapa yang masang, tau-tau pas saya markir, spanduk udah ada," kata Marko saat diwawancarai, Selasa 25 Agustus 2026.

‎Sementara itu, menanggapi spanduk penolakan tersebut, Sekretaris DPW PSI Banten Andreas Arie menyebut hal itu wajar dalam dinamika politik.

‎Menurutnya, kebebasan berpendapat dan menyampaikan sudut pandang merupakan hak yang dimiliki oleh setiap kelompok masyarakat.

‎"Kalau dari kami sebenarnya ya ini hal yang wajar saja sih, Mas, enggak terlalu bagaimana-bagaimana ya. Jadi biasalah dalam dinamika politik ya ada aksi-aksi seperti ini, kita menghargai kebebasan lah berpendapat, menghargai pendapat atau pandangan dari sekelompok masyarakat," ujarnya.

Namun, Andreas membantah narasi spanduk tentang adanya safari politik. Kunjungan Jokowi sebenarnya sedang melakukan safari budaya.

‎"Jadi memang Safari Budaya ini kan salah satu bentuk penghargaan atau salah satu bentuk penghormatan kunjungan tersebut. Jadi kita akan mengapresiasi di tiap daerah itu ada budaya-budaya yang ada, sehingga kita juga mengapresiasi bahwa Indonesia itu adalah satu bentuk keberagaman, kebhinnekaan," jelasnya.

‎Andreas menegaskan tidak ingin berspekulasi adanya kepentingan khusus maupun kampanye hitam di balik aksi pemasangan spanduk itu.

‎Ia meminta agar seluruh kader PSI tetap tenang dan tidak terpancing oleh spanduk penolakan yang muncul.

‎"Kami tidak bisa menduga seperti apa yang disampaikan. Tapi bagi kami, kami pun juga di internal juga telah meminta kepada seluruh kader, simpatisan, pengurus untuk tetap tenang dan tidak terpancing menghadapi spanduk-spanduk penolakan ini," tegasnya.

‎Andreas memastikan rencana kunjungan Jokowi ke Banten tidak terganggu oleh spanduk penolakan tersebut, walaupun jadwal pastinya masih belum diputuskan.

‎"Sebenarnya ada atau tidak itu, malah harus lanjut terus. Jadi bahasanya itu kita belum tahu kapan Bapak akan hadir di Banten, bukan karena spanduk ini, tapi memang banyak hal yang harus dipertimbangkan dan juga jadwal Bapak yang cukup padat," katanya.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

HIBURAN
Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Minggu, 1 November 2026 | 19:47

Paramount Petals menggelar Pharmaphoria Fun Run 2026 di kawasan Boulevard Paramount Petals, Kabupaten Tangerang, Minggu, 1 November 2026.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill