Connect With Us

Butuh Rp1 T untuk Gaji PPPK, Pemprov Banten Bakal Tarik Pajak Baru selain Kendaraan 

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 10 Oktober 2025 | 10:41

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi Hartawan. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah membutuhkan anggaran sekitar Rp1 triliun gaji dan tunjangan 11.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di sisi lain, pemerintah pusat memangkas dana transfer ke daerah (TKD) Provinsi Banten sebesar Rp554 miliar.

Oleh karena itu, Pemprov Banten akan melakukan sejumlah upaya, di antaranya efisiensi hingga memperluas sumber pajak baru di luar pajak kendaraan bermotor guna mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Mau tidak mau kami harus menyesuaikan terhadap apa yang telah diputuskan oleh pemerintah pusat karena kewenangannya ada di sana,“ ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi dikutip dari Kompas, Jumat, 10 Oktober 2025.

Menurut Deden, Pemprov Banten bersama sejumlah daerah lain telah menyampaikan usulan agar pemerintah pusat mempertimbangkan kembali kebijakan pemangkasan TKD. 

Hal ini karena kebutuhan anggaran daerah saat ini sangat besar, terutama untuk menjalankan program prioritas Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah.

“Banyak kebutuhan daerah yang harus terpenuhi, seperti penambahan PPPK yang perlu anggaran hampir Rp1 triliun. Belum lagi beberapa program lain yang harus dilakukan oleh Pemprov dalam rangka menunjang program nasional,” jelasnya.

Jika pemangkasan TKD tetap diberlakukan, Deden menegaskan Pemprov Banten akan menyesuaikan struktur anggaran dengan melakukan efisiensi di berbagai sektor kecuali program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

“Pak Gubernur lebih mementingkan program yang bersentuhan dengan masyarakat, seperti membangun jalan desa, JUT, dan ketahanan pangan, itu kan yang menjadi konsentrasi Pak Gubernur,” katanya.

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KOTA TANGERANG
Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Jumat, 6 November 2026 | 16:14

TANGERANGNWS.com-Berkenalan dengan seorang wanita melalui media sosial Instagram justru berujung petaka bagi seorang mahasiswa di Kota Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill