Connect With Us

Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 16 Januari 2026 | 21:41

Lotte Chemical Indonesia, salah satu industri hilirisasi di Provinsi Banten. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember), realisasi investasi berhasil menembus angka Rp130,2 triliun.

Angka ini melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp119,5 triliun, atau terealisasi sebesar 108,91 persen.

Salah satu pendorong utama kenaikan peringkat ini adalah sektor hilirisasi yang menyumbang angka cukup besar, yakni Rp41,3 triliun.

​Capaian tersebut secara resmi diumumkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi dan Hilirisasi yang dihadiri secara Daring oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) se-Indonesia, Kamis 15 Janauri 2026.

 

​Rincian Capaian Investasi

​Secara kumulatif, total investasi Rp130,2 triliun tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp73,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 5,2 miliar dolar AS.

Khusus pada sektor hilirisasi, realisasi investasi sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp41,3 triliun.

​Sementara itu, untuk periode Triwulan IV (Oktober–Desember) 2025, Banten mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp38,6 triliun. Angka ini disumbangkan oleh PMDN sebesar Rp19,3 triliun dan PMA sebesar 1,4 miliar dolar AS.

Pada triwulan ini, sektor hilirisasi turut menyumbang angka signifikan sebesar Rp17,5 triliun, yang juga menempatkan Banten di peringkat keempat nasional untuk periode tersebut.

​Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti menyampaikan dengan realisasi tersebut, Provinsi Banten sukses naik peringkat ke posisi empat tertinggi secara nasional, menggeser posisi sebelumnya di peringkat kelima.

Capaian gemilang ini juga merupakan buah dari sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas dan iklim investasi di Banten.

​"Ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas daerah. Hal ini memberikan dampak positif dan kepercayaan bagi para investor terhadap iklim investasi di Provinsi Banten," ujar Virgojanti.

​Virgojanti berharap, tren positif ini dapat berlanjut pada tahun 2026. Peningkatan investasi diharapkan tidak hanya sekadar angka, melainkan mampu memberikan multiplier effect (efek berganda) bagi kesejahteraan masyarakat Banten.

​"Semoga kinerja investasi ke depan semakin berkualitas, mampu membuka lapangan kerja yang lebih luas, serta memperkuat struktur ekonomi Banten secara berkelanjutan," pungkasnya.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill