TANGERANGNEWS.com – Kinerja ekonomi Provinsi Banten sepanjang 2025 menunjukkan penguatan yang signifikan. Kekuatan ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang tetap terjaga.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M Moesa, menyampaikan bahwa struktur pertumbuhan ekonomi daerah semakin solid di tengah dinamika global. Ia merinci, secara kumulatif sepanjang 2025, perekonomian Banten tumbuh 5,37 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, kinerja net ekspor, pertanian, industri pengolahan serta real estate yang cukup ekspansif.
“Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama PDRB Banten. Peningkatan pengeluaran masyarakat, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, serta penguatan aktivitas ritel kelompok makanan dan minuman, memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan,” ujar Ameriza di acara Taklimat Media bertajuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Banten melalui sinergi moneter, fiskal dan sektor keuangan
Taklimat Media yang digelar di Kawasan BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis 12 Februari 2026, menghadirkan Asisten Direktur Kantor OJK Provinsi Banten Afif Alfarisi dan Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten Mohamad Zaki.
Dijelaskan Ameriza, realisasi investasi Banten mencapai Rp130 triliun atau 109 persen dari target RKPD. Capaian tersebut menempatkan Banten sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar keempat secara nasional.
“Investasi masih terkonsentrasi pada sektor industri pengolahan, perumahan, dan infrastruktur. Industri pengolahan menjadi penopang utama dengan pangsa sekitar 30 persen, didukung subsektor makanan-minuman, besi-baja, serta kimia-farmasi. Tercatat investasi sektor kimia-farmasi mencapai Rp5,10 triliun,” jelasnya.
Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran tetap tumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Nataru. Hal ini terlihat dari kenaikan penjualan ritel kelompok makanan-minuman, peralatan komunikasi, BBM, hingga membaiknya penjualan kendaraan bermotor.
Sektor transportasi dan pergudangan juga menguat, didorong mobilitas dan aktivitas logistik akhir tahun. Kenaikan jumlah penumpang penerbangan serta lonjakan kargo udara di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 27,6 persen menjadi indikator penguatan sektor ini.
Di sisi lain, sektor real estat tetap ekspansif, didukung permintaan hunian tapak dan bersubsidi. Hal tersebut tercermin dari penjualan ratusan unit dalam ajang REI Banten Property Expo 2025 serta berlanjutnya proyek-proyek skala besar di Tangerang Raya.
Sektor pertanian pun masih mencatatkan kinerja positif, ditopang kenaikan produksi padi (GKG), ayam pedaging, dan perikanan. Meski demikian, cuaca ekstrem di wilayah Banten Selatan menjadi faktor penahan pertumbuhan yang perlu diwaspadai.
Sementara itu, konsumsi pemerintah meningkat signifikan pada akhir tahun sejalan dengan realisasi belanja barang dan jasa yang telah mencapai Rp3,24 triliun atau 83,49 persen dari pagu anggaran, serta berjalannya berbagai program prioritas pemerintah daerah.
Dari sisi eksternal, net ekspor masih menopang ekonomi Banten. Nilai ekspor sepanjang 2025 mencapai US$13,0 miliar. Namun, kontribusinya tertahan oleh impor yang tetap tinggi, terutama barang modal untuk mendukung aktivitas investasi.
Ameriza menegaskan, dengan struktur pertumbuhan yang semakin kuat dan ditopang konsumsi serta investasi, prospek ekonomi Banten tetap terjaga.
“Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Banten melalui sinergi moneter, fiskal dan sektor keuangan,” pungkasnya.