Connect With Us

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mulai Menurun, Pemprov Banten Distribusikan 5.000 Boks Masker

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 6 September 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK) di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu 6 September 2026. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini menunjukkan adanya penurunan. 

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, sehingga koordinasi mitigasi hingga tingkat desa, jalur evakuasi, serta lokasi pengungsian harus terus disiapkan secara matang.

“Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Itu yang harus kita kerjakan,” katanya saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (PGA GAK) di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu 6 September 2026.

Sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap dampak sebaran abu vulkanik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Kesehatan telah bergerak cepat menyalurkan masker guna mengantisipasi gangguan kesehatan warga.

“Sekarang lima ribu box masker kita distribusikan melalui dinas kesehatan ke wilayah prioritas,” ungkap Andra Soni.

Kepala PVMBG Kementerian ESDM Rita Susilawati menjelaskan aktivitas Gunung Anak Krakatau berdasarkan alat pemantauan menunjukkan penurunan. Namun, potensi terjadinya erupsi masih ada sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam.

Rita mengatakan sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada arah angin. Berdasarkan pemantauan pada 6 September, arah sebaran abu bergerak ke bagian barat, yakni menuju Selat Sunda dan Samudra Indonesia.

“Arah abu ini akan sangat tergantung kepada arah angin, jadi bisa berubah-ubah setiap hari,” katanya.

PVMBG, memantau arah angin dan sebaran abu melalui sejumlah stasiun pengamatan, bekerja sama dengan BMKG serta memanfaatkan data dari stasiun pengamatan di Australia.

Pemantauan tersebut penting karena sebaran abu vulkanik dapat berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

Rita menegaskan, masyarakat juga perlu memahami bahwa aktivitas gunung api tidak selalu terlihat secara kasat mata.

Perubahan status gunung api tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya erupsi, tetapi juga mempertimbangkan potensi ancaman terhadap masyarakat.

Untuk Gunung Anak Krakatau, rekomendasi keselamatan saat ini adalah masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

“Untuk gunung api, kita tidak bisa memastikan kapan erupsi akan terjadi maupun kapan aktivitasnya akan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya,” jelas Rita.

Terkait sarana pemantauan, Rita menyebut PVMBG memiliki sejumlah stasiun pengamatan lain yang saling menunjang sehingga pemantauan Gunung Anak Krakatau tetap terus dilakukan.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

TOKOH
Diana Punky Beberkan Rahasia Awet Muda di Usia Kepala Lima

Diana Punky Beberkan Rahasia Awet Muda di Usia Kepala Lima

Sabtu, 5 September 2026 | 16:44

Artis senior Diana Punky kembali mencuri perhatian publik berkat penampilannya yang tetap terlihat bugar, segar, dan memesona di usianya yang kini telah menginjak kepala lima.

KAB. TANGERANG
Sekolah di Tangerang Tetap Berjalan Tatap Muka Besok, Aktivitas di Luar Ruangan Dibatasi

Sekolah di Tangerang Tetap Berjalan Tatap Muka Besok, Aktivitas di Luar Ruangan Dibatasi

Minggu, 6 September 2026 | 20:09

Kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa tingkat SD dan SMP di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang dipastikan tetap berjalan dengan skema tatap muka atau luar jaringan (luring) pada Senin, 7 September 2026.

TANGSEL
Tangani Abu Vulkanik, BNPB Siapkan Armada Modifikasi Cuaca di Bandara Pondok Cabe Tangsel

Tangani Abu Vulkanik, BNPB Siapkan Armada Modifikasi Cuaca di Bandara Pondok Cabe Tangsel

Minggu, 6 September 2026 | 16:16

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Banten di sejumlah wilayah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill