Connect With Us

Dampak Abu Vulkanik, Dindikbud Banten Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 6 September 2026 | 21:57

Anak-anak di RW 11 Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, memanfaatkan akses internet gratis untuk belajar jarak jauh, Senin (24/8/2020). (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) secara resmi mengeluarkan imbauan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah bagi seluruh satuan pendidikan.

Kebijakan darurat ini diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang masih berstatus Level III (Siaga) serta masifnya sebaran abu vulkanik di berbagai wilayah. 

Berdasarkan surat resmi yang ditandatangani oleh Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaluddin atas arahan Gubernur Banten pada Minggu 6 September 2026, peralihan sistem belajar ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SKH, baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah Provinsi Banten.

Langkah tersebut diambil semata-mata demi menjaga kesehatan, keselamatan, serta kenyamanan peserta didik dan seluruh warga sekolah dari paparan abu vulkanik. 

Dalam poin instruksi yang dikeluarkan, pihak Dindibud Banten meminta Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk terus berkoordinasi secara berkala dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Pemantauan ketat ini difokuskan pada Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) serta arah sebaran abu vulkanik guna menjadi pertimbangan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

Kepala satuan pendidikan di setiap sekolah juga diwajibkan memastikan agar kegiatan PJJ tetap berjalan secara aktif, bermakna, dan terarah dengan mengoptimalkan ekosistem digitalisasi pembelajaran.

Selain itu, pihak sekolah diminta aktif memantau pelaksanaan proses belajar mengajar serta tingkat kehadiran guru dan siswa secara daring. 

Di sisi lain, para orang tua diimbau untuk memberikan pendampingan, pengawasan, dan bimbingan aktif kepada anak-anak selama mengikuti kegiatan belajar dari rumah.

Orang tua juga diminta untuk membatasi aktivitas anak di luar ruangan guna menghindari paparan langsung abu vulkanik, serta mewajibkan penggunaan masker standar medis atau respirator jika mendesak harus beraktivitas di luar rumah.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:37

Ajang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill