Connect With Us

Yuk, Nikmati Wisata Kuliner Baru di GS Food Street BSD

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 11 Agustus 2020 | 10:35

Suasana pengunjung di GS Food Street BSD, yang Berlokasi diantara Stasiun KRL Commuter Line Cisauk dan Pasar Modern Intermoda BSD, Kelurahan Cisauk Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Bagi pecinta kuliner yang gemar nongkrong di kawasan Tangerang khususnya BSD City, sekarang ada destinasi baru yakni taman jajan bernama GS Food Street. 

Berlokasi diantara Stasiun KRL Commuter Line Cisauk dan Pasar Modern Intermoda BSD, Kelurahan Cisauk Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, GS Food Street menyuguhkan berbagai ragam masakan mulai dari ala Western, Asia dan Nusantara.

“GS Streed Food menyediakan 50 lapak. Saat ini sidah terisi sekitrar 35 lapak yang berada di bagian depan halaman parkir stasiun,” kata Pengelola GS Food Street Gita Swarantika, melalui keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

Kawasan jajan ini juga dilengkapi hiburan live music yang di gelar tiap malam. Diitambah suasana yang nyaman, sehingga sangat cocok sebagai tempat santai keluarga dan komunitas anak muda.

Pusat jajan ini didirikan atas permintaan warga perumahan setempat dan mahasiswa yang bermukim di kawasan Cisauk. Mereka berharap di wilayahnya ada pusat jajan sekaligus jadi ajang rendezvous (pertemuan) komunitas.

“Kami apresiasi keinginan itu, dengan mendirikan tempat camilan dan hiburan tapi tak jauh dari lokasi tempat tinggal, mudah dijangkau dan enggak ribet jalannya,” ungkap Gita, Selasa (11/8/2020).

Selain itu, alasannya mendirikan wisata kuliner di kawasan BSD City khusunya Cisauk, karena cukup menjanjikan dan potensial.

Hal ini dinilai dari banyaknya pemukiman, juga terdapat dua perguruan tinggi seperti Universitas Atmajaya dan Universitas Prasetiya Mulya.

“Ditambah lagi aktivitas padat pengguna KRL Commuter Line Stasiun Cisauk mencapai 6.000 orang setiap harinya,” ujar pengusaha muda ini.

Dalam membuka GS Food Street ini, pihaknya menggandeng pihak manajemen Pasar Modern Intermoda BSD yang kebetulan lokasinya berdampingan dengan Stasiun Cisauk.

Kawasan tersebut pun dilengkapi terminal bus layang (elevated) dan shuttle bus BSD Link. Lalu, antar gedung pasar modern dengan stasiun telah terkoneksi pintu masuk-ke luar.

“Secara fisik, keberadaan GS Food Street diuntungkan. Para pengguna KRL, bus dan pengunjung pasar modern dapat memanfaatkan pusat jajan kami, yang berada di antara bangunan pasar modern dengan stasiun,” ujar putri dari wartawan senior Sinano Esha ini.

Sementara itu Kepala Pasar Modern Intermoda BSD Deddy mengatakan pihaknya berharap ke depan GS Food Street menjadi destinasi wisata kuliner, menyusul lokasi serupa di kawasan BSD City yang sudah ada lebih dulu.

“Pembukaan GS Food Street di tengah pandemi COVID-19 memang tak masuk akal, tapi bagi kami ini merupakan sebuah tantangan dan alhamdulilah, belum seminggu berjalan pusat jajan ini sudah mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Cisauk dan sekitarnya, serta selalu ramai oleh pengunjung,” pungkasnya.(RMI/HRU)

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill