Connect With Us

Atasi Sampah Kemasan, ALVAboard Gandeng Rekosistem Beri Warga Insentif dari Setoran Limbah

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:20

Sistem setor sampah mendapat insentif yang diterapkan ALVAboard dan Rekosistem untuk mengelola limbah kemasan secara terintegrasi dan berkelanjutan. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Meledaknya tren belanja online (e-commerce) dan logistik di Indonesia menyisakan tumpukan sampah kemasan yang kini menjadi masalah besar.

Merespons tantangan tersebut, produsen kemasan plastik inovatif ALVAboard resmi menggandeng Rekosistem dalam sebuah kerja sama strategis untuk mengelola limbah kemasan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini bukan sekadar kampanye lingkungan biasa, melainkan langkah konkret dalam menerapkan ekonomi sirkular. 

CEO ALVAboard Alden Lukman menegaskan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak boleh terhenti saat produk sampai di tangan konsumen. Menurutnya, siklus hidup material harus dikawal hingga fase pasca-pemakaian.

"Material yang terkumpul akan dipilah, dicatat, dan diproses untuk didaur ulang sesuai standar. Kami ingin memastikan material tidak berhenti sebagai limbah, tetapi kembali masuk dalam siklus produksi," ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.

Pendekatan ekonomi sirkular menawarkan solusi sistemik dengan mengubah cara pandang terhadap limbah.

Dalam konsep ini, kemasan tidak berakhir sebagai sampah, melainkan menjadi material yang dapat kembali masuk ke dalam siklus produksi.

Melalui sistem penyetoran yang terstruktur, kemasan ALVAboard memiliki peluang untuk diproses ulang dan dimanfaatkan kembali, sehingga mengurangi kebutuhan bahan baku baru sekaligus menekan volume limbah di TPA.

Selain itu, kolaborasi ini juga berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon di sektor kemasan.

“Kolaborasi ALVAboard bersama Rekosistem merupakan langkah konkret dalam membangun sistem ekonomi sirkular di sektor kemasan. Melalui penyetoran dan pengelolaan yang terintegrasi, kami ingin memastikan bahwa material tidak berhenti sebagai limbah, tetapi dapat kembali dimanfaatkan dalam siklus produksi," kata Alden Lukman.

Senada dengan hal tersebut, Ernest, Co-founder Rekosistem, menjelaskan bahwa kolaborasi ini mengedepankan aspek teknologi.

"Setiap sampah kemasan yang disetorkan akan terlacak dan tercatat dalam sistem, sehingga laporan volume sampah dan pengurangan emisi karbon menjadi lebih akurat sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," jelasnya,

 

Insentif untuk Masyarakat

Salah satu poin paling menarik dalam kerja sama ini adalah skema insentif bagi masyarakat atau pelanggan yang berpartisipasi menyetorkan sampah plastik mereka.

Untuk penyetoran plastik keras, pelanggan akan menerima Rp600 per kilogram. Khusus untuk material kemasan ALVAboard, nilai yang diterima dapat mencapai Rp2.000 per kilogram, termasuk tambahan insentif Rp1.400 per kilogram, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong praktik ekonomi sirkular.

"Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bahwa kemasan memiliki nilai ekonomi dan tidak berhenti sebagai limbah,"  kata Ernest.

KOTA TANGERANG
Wali Kota Tangerang Fokuskan Pembangunan Berbasis Kebersamaan 

Wali Kota Tangerang Fokuskan Pembangunan Berbasis Kebersamaan 

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:19

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengajak masyarakat memaknai Bulan Suci Ramadan sebagai ruang perenungan sekaligus mempererat kebersamaan, khususnya dalam membangun Kota Tangerang.

TEKNO
YouTube Eror di Indonesia, Pengguna Tak Bisa Akses Beranda hingga Shorts

YouTube Eror di Indonesia, Pengguna Tak Bisa Akses Beranda hingga Shorts

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:37

Layanan berbagi video milik Google, YouTube, dilaporkan mengalami gangguan secara global pada Rabu, 18 Februari 2026, pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

NASIONAL
Program MBG Berpotensi Merugi Rp1,27 T Per Pekan Gegara Makanan Terbuang

Program MBG Berpotensi Merugi Rp1,27 T Per Pekan Gegara Makanan Terbuang

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:55

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mengalami kerugian akibat makanan terbuang mencapai Rp1,27 triliun setiap pekan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill