Connect With Us

Diproduksi di Tangerang, Bintang Radler Kini Masuk Rak Minimarket Australia

Redaksi | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:40

PT Multi Bintang Indonesia Tbk resmi mengekspor minuman Bintang Radler ke Australia, Selasa 19 Mei 2026. (@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com - Produk minuman yang diproduksi di Tangerang kini mulai mengisi rak-rak minimarket di Australia. PT PT Multi Bintang Indonesia Tbk resmi melepas ekspor Bintang Radler ke Australia, Selasa 19 Mei 2026. 

Pelepasan ekspor ini turut dihadiri Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijantij Punguan Pintaria, Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang Indriya Karyadi dan National President of Indonesia Australia Business Council (IABC) Mariam Kartikatresni di pabrik Multi Bintang Indonesia yang berlokasi di Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang. 

Menariknya, produk dengan rasa lemon segar tersebut bukan hanya dijual di toko khusus minuman, tetapi juga mulai masuk jaringan ritel besar Australia. 

Bintang Radler kini tersedia di ratusan gerai Liquorland dan akan dipasarkan secara nasional melalui Dan Murphy’s serta BWS mulai Agustus 2026.

Langkah ini membuat produk yang diproduksi di Tangerang itu semakin mudah ditemukan masyarakat Australia, khususnya wisatawan yang selama ini mengenal Bintang saat berlibur ke Indonesia.

Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia Tbk, Roland Bala mengatakan, ekspor Bintang Radler menjadi bagian dari strategi memperluas varian produk Indonesia di pasar global.

“Ekspor Bintang Radler mencerminkan evolusi portofolio kami, dari yang selama ini didominasi oleh Pilsener. Ini merupakan bagian dari ambisi kami untuk membawa lebih banyak varian Bintang ke pasar global,” ujarnya.

Dikatakan, Australia dipilih karena memiliki basis konsumen yang cukup kuat terhadap merek Bintang. Banyak wisatawan Australia yang sudah akrab dengan produk tersebut setelah berkunjung ke Bali maupun sejumlah destinasi wisata Indonesia lainnya.

Kini, perusahaan melihat peluang baru lewat tren minuman ringan yang sedang berkembang di Australia. Karakter rasa lemon pada Bintang Radler dinilai cocok dengan gaya hidup konsumen muda yang menyukai minuman ringan dan menyegarkan.

Dengan karakter rasa lemon yang segar, jelas Roland, Bintang Radler menghadirkan sentuhan tropis khas Indonesia yang relevan dengan gaya hidup modern masyarakat Australia.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria menilai langkah tersebut menunjukkan produk Indonesia semakin mampu bersaing di pasar internasional.

Ia menyampaikan dukungan terhadap upaya industri nasional dalam memperluas pasarinternasional. “Inisiatif ekspor ini menunjukkan daya saing produk Indonesia serta peran industri dalam memperkuat kehadiran merek nasional di pasar global," ujarnya. 

Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Indriya Karyadi menyebut ekspor ini memberi kontribusi positif bagi perdagangan luar negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global.

Sebelumnya, Bintang Pilsener telah lebih dulu masuk pasar Belanda dan Amerika Serikat. Kini, giliran Bintang Radler dari Tangerang yang mulai mencoba merebut pasar ritel Australia.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

BANDARA
Polisi Temukan Paket Kiriman Isinya 8,3 Kg Sabu di Kargo Bandara Soetta, Nilainya Rp10 Miliar

Polisi Temukan Paket Kiriman Isinya 8,3 Kg Sabu di Kargo Bandara Soetta, Nilainya Rp10 Miliar

Selasa, 7 Juli 2026 | 22:52

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu seberat 8.369 gram (8,3 kilogram) melalui paket kiriman.

KAB. TANGERANG
Kebakaran TPA Jatiwaringin Akhirnya Padam, Status Darurat Bencana Belum Dicabut

Kebakaran TPA Jatiwaringin Akhirnya Padam, Status Darurat Bencana Belum Dicabut

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:27

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin akhirnya padam, setelah petugas pemadam berjibaku memadamkan api selama 10 hari sejak Selasa 30 Juni 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill