Connect With Us

Dituding Menghina Sila 5 Pancasila, Zaskia Gotik Terancam Pidana

EYD | Kamis, 17 Maret 2016 | 07:41

Zaskia Gotik (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berencana menyelidiki dugaan penghinaan dan pelecehan terhadap lambang negara yang dilakukan artis dangdut Zaskia Gotik dalam acara di stasiun televisi swasta, Selasa pekan ini.

Menurut Kepala Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Komisaris Nico Setiawan, Zaskia dituding menyebut lambang sila kelima Pancasila yang bergambar padi dan kapas dengan istilah 'bebek nungging'.

"Setelah patroli cyber, kami (Kepolisian) melihat dan membaca ada keluhan dan keresahan di masyarakat terkait salah satu artis yang menghina sila kelima (Pancasila)," ujar Nico di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/3).

Zaskia diduga melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Pendangdut itu juga terancam dijerat pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait penghinaan.

Kepolisian pun membuat laporan khusus terkait kasus Zaskia. Sementara laporan lembaga swadaya masyarakat terkait Zaskia akan ditindaklanjuti dan dijadikan materi penyelidikan. "Nanti dari pihak LSM akan kami mintakan untuk bukti atau saksi, bisa membantu kami dalam proses penyelidikan dan penyidikan," ujar Nico.

LSM Komunitas Pengawas Korupsi yang melaporkan tindakan Zaskia menilai apa yang dilakukan Zaskia tidak menggambarkan profesionalitasnya sebagai publik figur. "ZG seorang artis dangdut Indonesia. Tidak boleh sembarang, apalagi menghina negara kita," ujar Ketua Umum Komunitas Pengawas Korupsi M Firdaus di Markas Polda Metro Jaya.

Tindakan Zaskia yang menghina sila kelima Pancasila, kata Firdaus, memperlihatkan Zaskia tidak menghargai perjuangan para pahlawan.

Latar belakang pendidikan Zaskia yang hanya Sekolah Dasar, menurut Firdaus, tidak bisa dijadikan alasan untuk menghina lambang negara. Baginya, sebagai warga negara Indonesia, Zaskia wajib menghargai segala perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan di masa lalu.

"Bukan masalah maklum-memaklumi. Kita harus lakukan introspeksi bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak bisa dianggap sepele," ujar Firdaus.

TagsHiburan
BANTEN
Paguyuban Tionghoa Banten Jajaki Kerja Sama Percepatan Sertifikasi Halal Bersama PHRI

Paguyuban Tionghoa Banten Jajaki Kerja Sama Percepatan Sertifikasi Halal Bersama PHRI

Senin, 21 September 2026 | 21:21

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Banten menjajaki kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mendorong percepatan sertifikasi halal bagi anggota yang bergerak di bidang usaha kuliner.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

TANGSEL
Gegara Bakar Sampah, Api Merembet ke Gudang Telur hingga Ludes di Serpong

Gegara Bakar Sampah, Api Merembet ke Gudang Telur hingga Ludes di Serpong

Senin, 21 September 2026 | 19:09

Akibat kelalaian membakar sampah, sebuah bangunan gudang telur milik Rahmat di Jalan Bhayangkara 1, RT05/02, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hangus terbakar pada Senin 21 September 2026, dini hari.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill