Connect With Us

Studi: Bulan Lahir Bisa Pengaruhi Masa Depan Anak Termasuk Prestasi dan Karier

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 8 Mei 2025 | 15:34

Anak TK dan PAUD se-Kota Tangerang saat mengikuti lomba mewarnai di Metropolis, Kota Tangerang, Senin 12 Agustus 2024.  (@TangerangNews / Redaksi )

TANGERANGNEWS.com- Sejumlah studi mengungkap bahwa bulan kelahiran anak ternyata bisa ikut membentuk masa depannya. Mulai dari pencapaian akademik, karakter pribadi, hingga potensi karier, semua bisa dipengaruhi oleh bulan saat anak dilahirkan.

Lembaga riset Institute for Fiscal Studies (IFS) di Inggris menemukan adanya korelasi antara bulan lahir dengan performa anak di sekolah. Temuan ini pun diperkuat oleh riset lain yang mengaitkan bulan lahir dengan sifat dan minat anak di masa depan.

Dilansir dari HaiBunda, salah satu hasil studi dari IFS mengungkapkan bahwa anak-anak yang lahir di bulan Agustus, yaitu akhir tahun ajaran akademik di Inggris, memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami kesulitan belajar.

Dibandingkan teman-temannya yang lahir di bulan September (awal tahun ajaran), anak-anak kelahiran Agustus cenderung merasa kurang percaya diri dalam bidang akademik dan lebih sering mengaku tidak bahagia saat berada di sekolah.

Bahkan, data menunjukkan kemungkinan anak-anak Agustus untuk diterima di universitas ternama seperti Oxford dan Cambridge lebih rendah sekitar 20 persen. Sebaliknya, mereka cenderung memilih jalur pendidikan vokasional.

Perbedaan usia yang hampir setahun antara anak termuda dan tertua di kelas berpengaruh besar terhadap kesiapan mental, emosional, dan kognitif anak. Anak yang lebih muda sering kali belum memiliki kematangan yang sama dengan teman-temannya yang lebih tua.

"Anak-anak kelahiran Agustus mungkin akan terus mengalami ketertinggalan secara akademik karena mereka selalu menjadi yang termuda di kelas," ujar Claire Crawford dari IFS.

Temuan ini berasal dari analisis terhadap data 48.500 anak dan remaja di Inggris. Hasilnya konsisten, nilai ujian anak-anak Agustus cenderung lebih rendah dan perkembangan sosial-emosional mereka juga lebih lambat.

Sebanyak 30 persen dari mereka bahkan dinilai oleh guru sebagai anak yang berada di bawah rata-rata. Bandingkan dengan hanya 13,9 persen anak kelahiran September yang mendapat penilaian serupa.

Meski demikian, orang tua dari anak-anak Agustus diketahui justru lebih aktif menciptakan suasana belajar yang kondusif. Mereka sering memberikan buku dan meluangkan waktu ekstra untuk membantu anak belajar di rumah.

Tak hanya berpengaruh pada capaian akademik, bulan lahir juga diyakini punya kaitan dengan karakter dan jalur karier anak di masa depan. Columbia University bahkan pernah meneliti data 1,75 juta orang kelahiran tahun 1900–2000 dan menemukan adanya pola tertentu.

Berikut ini ringkasan kepribadian dan potensi karier anak menurut bulan kelahirannya:

  1. Januari: Bijak, tegas, dan analitis. Cocok jadi dokter, pengacara, atau figur publik.
  2. Februari: Imajinatif dan penuh empati. Cocok menjadi seniman, musisi, atau penulis.
  3. Maret: Enerjik dan kreatif. Berpeluang sukses di bidang seni, hiburan, atau wirausaha.
  4. April: Percaya diri dan penyayang. Banyak CEO lahir bulan ini.
  5. Mei: Produktif dan komunikatif. Cocok jadi guru, analis data, atau penulis.
  6. Juni: Emosional dan mudah bosan. Cocok di bidang seni, pendidikan, atau psikologi.
  7. Juli: Positif dan pemimpin alami. Cocok menjadi arsitek, pengacara, atau teknisi.
  8. Agustus: Kreatif dan fleksibel. Berpotensi sukses di industri kreatif atau jadi influencer.
  9. September: Perfeksionis dan logis. Cocok jadi insinyur, ilmuwan, atau dokter.
  10. Oktober: Pesona alami dan cerdas. Cocok menjadi dosen, pemimpin, atau pengacara.
  11. November: Kritis dan independen. Cocok jadi peneliti, aktor, atau pengusaha.
  12. Desember: Cepat tanggap dan setia. Cocok di bidang keuangan, hukum, atau administrasi publik.

Meski demikian, bukan berarti anak tak bisa sukses. Justru, orang tua bisa lebih siap dalam memberikan dukungan yang sesuai. Beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:

Menyesuaikan ekspektasi dengan usia relatif anak saat masuk sekolah.

  • Membangun rasa percaya diri anak sejak dini, terutama bagi yang lahir di bulan-bulan akhir tahun ajaran.
  • Mendorong sistem pendidikan untuk mempertimbangkan usia anak saat memberi penilaian agar lebih adil.

"Jika kita tahu bahwa nilai ujian bisa dipengaruhi oleh usia saat ujian, maka sudah seharusnya hasilnya disesuaikan," kata Crawford.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

NASIONAL
BGN Coret 1.653 Sekolah Swasta hingga Bertaraf Internasional dari Program MBG

BGN Coret 1.653 Sekolah Swasta hingga Bertaraf Internasional dari Program MBG

Sabtu, 12 September 2026 | 17:34

Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan sebanyak 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat program Makan Bergisi Gratis (MBG) di berbagai wilayah di Indonesia.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 12 September 2026 | 17:08

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.

KOTA TANGERANG
Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Sabtu, 12 September 2026 | 17:22

Debit Sungai Cisadane mengalami menurunan hingga 40 sentimeter (cm) dari batas normal. Hal ini memicu langkah antisipasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang guna memastikan ketersediaan sulai air baku bagi warga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill