Connect With Us

AZKO Dorong Tren Berkebun di Rumah, Manfaatkan Teras hingga Balkon

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:43

AZKO turut menyediakan berbagai perlengkapan dan kebutuhan untuk berkebun di rumah yang tengah menjadi tren di kalangan masyarakat. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Memiliki kebun sayur sendiri tidak lagi identik dengan halaman yang luas. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, area terbatas seperti teras, balkon, hingga sudut rumah mulai dimanfaatkan untuk menanam berbagai kebutuhan dapur, mulai dari cabai, bayam, hingga tanaman herbal.

Perubahan pola hidup tersebut mendorong AZKO menghadirkan berbagai perlengkapan berkebun yang ditujukan untuk mendukung aktivitas menanam sekaligus mengelola limbah rumah tangga secara lebih berkelanjutan.

Tren berkebun di rumah semakin berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan, kondisi ekonomi, dan isu lingkungan. 

Sejumlah penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa aktivitas berkebun tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan fisik dan psikologis.

Menanggapi perkembangan tersebut, Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. Melinda Pudjo mengatakan, AZKO menyediakan berbagai produk berkebun, mulai dari benih tanaman hingga perangkat pendukung untuk perawatan dan pengelolaan limbah organik.

"Kami melihat rumah sebagai titik awal lahirnya berbagai perubahan positif. Karena itu, AZKO berkomitmen membangun ekosistem gardening yang dapat menginspirasi masyarakat untuk melakukan lebih banyak kebaikan di rumah, mulai dari menanam, merawat, hingga mengelola kembali sumber daya yang ada di sekitar," ujar Melinda. 

Untuk mendukung masyarakat yang baru memulai berkebun, AZKO menyediakan beragam benih tanaman seperti cabai, tomat, seledri, dan sayuran lainnya. 

Selain itu, tersedia pula perlengkapan berkebun, mulai dari sekop, cangkul mini, gunting pangkas, hingga sarung tangan yang dirancang untuk memudahkan proses penanaman dan perawatan.

Aktivitas berkebun juga didukung teknologi yang semakin praktis. Sejumlah produk seperti pot tanaman dengan sistem penyimpanan air otomatis, alat penyiram hemat air, hingga keran dengan pengatur waktu digital ditawarkan untuk membantu menjaga kebutuhan tanaman sehari-hari.

Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas, AZKO turut menghadirkan solusi urban farming dan hidroponik. 

Sistem ini memungkinkan penghuni rumah menanam berbagai jenis sayuran dan buah di ruang sempit tanpa harus bergantung pada pekarangan yang luas.

Tidak hanya fokus pada proses menanam, AZKO juga mendorong pemanfaatan kembali limbah rumah tangga. 

Melalui perangkat pengolah sampah organik, sisa sayuran dan kulit buah dapat diubah menjadi kompos yang nantinya digunakan kembali sebagai nutrisi tanaman.

Melinda menilai perubahan menuju pola hidup yang lebih berkelanjutan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan di rumah.

"Dari satu pot tanaman yang dirawat setiap hari, setiap keluarga dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus membangun kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan bertanggung jawab," pungkas Melinda.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

TEKNO
Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Senin, 13 Juli 2026 | 21:25

Telkomsel Jabotabek menggelar Telkomsel 5G Video Competition, sebuah ajang kreatif bagi masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa untuk mengekspresikan perspektif mereka melalui karya video inspiratif.

BANDARA
Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:26

Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill