Connect With Us

Percakapan Terakhir Ojol Korban Begal dengan Istri: Insyaallah Hari Ini Ayah Bawa Beras

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 17 Juli 2026 | 19:21

Popi Apriyanti, menunjukkan foto suaminya, ATP, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dibegal di Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Suasana duka masih menyelimuti kediaman ATP, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dibegal saat tengah beristirahat di kawasan Perumahan Villa Taman Bandara, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

‎Dengan mata berkaca-kaca, istri korban, Popi Apriyanti mengatakan, almarhum merupakan sosok yang sangat amat menyayangi keluarganya. Di mata Popi, sebagai tulang punggung keluarga, korban merupakan sosok pekerja keras. 

‎"Karena almarhum itu kan kerjanya di Kosambi, Taman Villa Bandara. Jadi dia tuh emang jarang pulang. Kadang tiga hari sekali pulang, kadang satu minggu sekali paling lama baru pulang dia," ucap Popi, saat diwawancarai pada Jumat 17 Juli 2026.

‎Popi menuturkan percakapan terakhir antara dirinya dengan korban sehari sebelum peristiwa pilu itu terjadi, pada Sabtu 11 Juli 2026.

Ketika itu ia sempat meminta dibelikan beras, lantaran stok yang ada di rumah sudah habis.

‎"Terakhir komunikasi hari Sabtu jam 10 pagi. Saya cuma ngabarin, ‘Ayah di rumah beras habis, tolong cariin’. Terus dia jawab, ‘Ya insyaAllah hari ini Ayah bawa beras'. Setelah itu sudah enggak ada kabar lagi, sampai mendengar kabar jam 4 subuh itu (korban meninggal)," tuturnya. 

‎Karena sosoknya yang pekerja keras dan amat penyayang, Popi mengungkapkan, keluarganya masih merasa kehilangan yang amat mendalam atas kepergian almarhum.

‎"Kehilangan banget kita sebagai keluarganya. Anak-anaknya juga sempat ‎nanyain, katanya kangen sama Ayah. Kehilangan banget pastinya," ungkapnya. 

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di rumah duka ATP yang terletak di Perumahan Kemuning Permai, RT04/05, Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten tangerang, terlihat para kerabat masih berdatangan, meski kepergian korban sudah hampir tujuh hari. 

‎Suasana duka masih menyelimuti rumah korban, terlihat masih ada bendera kuning serta tenda masih kokoh terpasang dan bangku-bangku untuk para tamu masih disiapkan. Selain itu, keluarga korban juga tampak tengah melakukan persiapan tahlilan untuk almarhum.

SPORT
Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:59

Perhelatan akbar yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemeritah Kota (Pemkot) Tangerang ini menghadirkan program The Frontliner hingga jumlah kuota peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

KAB. TANGERANG
Asmara Terlarang Picu Pembunuhan Wanita yang Direkayasa Jadi Bunuh Diri di Pasar Kemis

Asmara Terlarang Picu Pembunuhan Wanita yang Direkayasa Jadi Bunuh Diri di Pasar Kemis

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:57

Jajaran Polresta Tangerang akhirnya mengungkap motif di balik kasus pembunuhan berencana terhadap seorang wanita berinisial R, 29, yang jasadnya ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill