Connect With Us

Warga Keluhkan Sampah di Jalan Raya Mauk

Jurnalis Warga | Senin, 14 Oktober 2013 | 15:18

Warga Keluhkan Sampah di Jalan Raya Mauk (Jurnalis Warga / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com-Sampah yang berserakan dan menumpuk di belakang Pasar Sepatan, tepatnya  di Kilometer 11 , Jalan Raya Mauk, yang merupakan jalur alternatif menuju pasar Sepatan dikeluhkan warga setempat.

Amoy Desi, warga setempat mengirimkan hasil fotonya kepada redaksi TangerangNews dengan maksud agar Pemerintah Kabupaten Tangerang segera membersihkan jalan tersebut dari sampah.



“Sampah sudah berbulan-bulan menumpuk sampai setengah badan jalan tertutup sampah, tolong dari pihak terkait mencari solusi terbaik karena sangat menggangu sekali,” tulis Amoy Desi, Selasa (14/10). (RAZ)

KOTA TANGERANG
Terminal Poris Plawad Kota Tangerang Mulai Dipadati Ratusan Bus Arus Balik Lebaran

Terminal Poris Plawad Kota Tangerang Mulai Dipadati Ratusan Bus Arus Balik Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:36

Arus balik Lebaran 2026 di Terminal Poris Plawad Kota Tangerang mulai ramai menyusul ratusan bus yang berdatangan dari Jawa dan Sumatera.

HIBURAN
Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Senin, 23 Maret 2026 | 22:37

Opor, ketupat, dan aneka kue kerap menjadi menu utama saat Hari Raya Idulfitri. Namun setelah terasa dengan sajian khas Lebaran, banyak warga justru beralih mencari semangkuk bakso hangat.

PROPERTI
Pasar Modern Paramount Petals Hadirkan Pengalaman Belanja yang Nyaman

Pasar Modern Paramount Petals Hadirkan Pengalaman Belanja yang Nyaman

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Paramount Petals menghadirkan pengalaman baru dalam berbelanja yang lebih praktis, nyaman, dan menyenangkan.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill