Connect With Us

Aktivis Lingkungan Tangerang Dukung Sodetan

Jangkar | Jumat, 24 Januari 2014 | 14:04

Bendungan Pintu Air 10 Kota Tangerang (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)



TANGERANG-Aktivis  lingkungan di Kabupaten Tangerang angkat bicara soal sodetan. Direktur Eksekutif Wahana Hijau Fortuna (WHF)Romly Rovolvere mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Jokowi untuk sodetan Ciliwung-Cisadane (Cici).

"Sodetan Cici salah satu alternatif mengatasi banjir di Ibukota Indonesia (Jakarta) yang merupakan etalase nasional. Sehingga langkah ini perlu dikaji secara komprehensif oleh semua pihak, terutama wilayah yang tergabung dalam zona Jabodetabekjur," ujar Romly, Jumat (24/1).

Kata Romly, Jakarta dan Tangerang pada prinsipnya adalah pihak korban akibat kiriman air dari hulu Cisadane dan Ciliwung. Sehingga tidak perlu rencana sodetan Cici menjadi isu yang diutamakan, melainkan semua pihak (Kepala Daerah) duduk bersama untuk mencari solusi. Jika salah satunya adalah sodetan Cici, maka hal tersebut harus dilakukan.

"Para Kepala Daerah, terutama di Tangerang terlalu bersikap reaktif, bukan berfikir dan bertindak aktif membantu Jakarta mengatasi banjir, karena walau bagaimana pun, sebagai daerah penyangga Ibukota, Tangerang harus memberikan dukungan, salah satunya dukungan jasa lingkungan hidup, sebab bicara Jakarta itu berbicara Indonesia," tegasnya.

Lanjut Romly, pimpinan daerah di Tangerang hanya menggiring penolakan sodetan. Namun substansi untuk mengatasi banjirnya nol besar. Sebab lahan untuk resapan buat pertanian sudah habis.

Namun Romly menekankan bahwa, kebijakan sodetan Cici harus benar-benar berdasarkan hasil kajian yang komprehensif dan partisipatif, sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

"Para pihak dilibatkan dalam kajian tersebut, terutama masyarakat terdampak," tambahnya.

Selain itu, Romly pun mengkritik para kepala daerah di Tangerang, menurutnya tata ruang di Tangerang sudah tidak layak untuk memberikan daya dukung bagi lingkungan hidup yang nyaman, sehingga banjir juga menjadi ancaman rutin tahunan di Tangerang.

Dengan kondisi demikian, maka para kepala daerah di Tangerang dituntut mencontoh DKI Jakarta yang memiliki terobosan mengatasi banjir di wilayahnya. "Tentunya ini membutuhkan road map, tidak dilakukan secara parsial dan insidential. Perlu keseriusan dari program kerja daerah, misalnya tercantum dalam RPJMD dan menjadi program para multi stakeholder," tegasnya

Romly menilai, hal itu belum terealisasi.  Justru yang terjadi adalah penggalangan opini menolak sodetan Cici. Namun, mengabaikan subtansi persoalan di Tangerang, bahwa banjir sudah menjadi rutinitas tahunan. "Saat ini, kepala daerah di Tangerang sebaiknya berkonsentrasi membenahi 'rumah sendiri' sambil membantu DKI Jakarta mengatasi masalahnya (banjir),” ujarnya. 
PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

NASIONAL
Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Sering Susah Tidur dan Sulit Fokus, Seraphim Buka Pusat Kesehatan Otak dan Tidur

Rabu, 30 September 2026 | 16:20

Sulit tidur, bangun dalam kondisi tetap lelah, sulit berkonsentrasi hingga sering lupa menjadi keluhan yang kerap muncul di tengah gaya hidup masyarakat urban

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill