Connect With Us

Warga Dadap Menyerang Petugas Gabungan, 2 Polisi Luka

Denny Bagus Irawan | Selasa, 10 Mei 2016 | 10:00

Warga Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang menyerang petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polri dan TNI, Selasa (10/5/2016) pagi. (@TangerangNews / Raden Bagus Irawan)

TANGERANG-Warga Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang menyerang petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polri dan TNI, Selasa (10/5/2016) pagi.

 

Dua orang petugas polisi mengalami luka-luka akibat bentrok tersebut. Tampak di lokasi, petugas gabungan yang hari ini mengagendakan akan menyampaikan surat peringatan kedua (SP2) atas rencana penggusuran bangunan liar di lokasi tersebut, saat sedang apel langsung diserang oleh warga.

 

Petugas gabungan yang belum siap sempat belarian karena diantara warga ada yang membawa senjata tajam, bom Molotov , serta melempari petugas dengan batu.  Namun, aksi tersebut disambut petugas dengan menembakan gas air mata kepada arah warga.

 

Setelah itu warga pun kembali ke dalam area perkampungan mereka sambil bersiap siaga menghadang petugas masuk ke dalam pemukiman mereka. “Kami sudah tidak gentar dengan kekuatan aparat, kami butuh keadilan, jangan kami digusur untuk kepentingan swasta,” teriak salah seorang warga.

 

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

KAB. TANGERANG
Kebakaran Pabrik Kipas Angin di Tangerang Dipicu Korsleting Listrik

Kebakaran Pabrik Kipas Angin di Tangerang Dipicu Korsleting Listrik

Jumat, 6 November 2026 | 21:19

Kebakaran melanda sebuah pabrik kipas angin PT. Desen Nusantara Anugerah yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada Jumat 6 November 2026, diduga dipicu korsleting listrik.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill