Connect With Us

Bocah Perempuan di Pakuhaji Diculik Pria Tidak Dikenal

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 25 September 2016 | 15:17

Korban Penculikan beserta sang Ayah juga Petugas Polisi. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com-Seorang anak dibawah umur, Fitri Sumyati, warga Kampung Pintu Air RT 008/003, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang menjadi korban penculikan dua pria tidak dikenal.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Triyani mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/9/2016) sekitar  Pukul 13.00 WIB. Berawal ketika ayah korban, Kosum, yang baru tiba di rumah setelah pulang kerja sekitar pukul 18.00 WIB menanyakan keberadaan anaknya.

"Kosum tanya ke ayahnya, katanya korban pergi keluar sejak siang sekitar pukul 13.00 WIB. Korban izin pergi main ke rumah temanya Mariam yang beralamat Kampung Kohod, Pakuhaji," jelasnya, Minggu (25/9/2016).

Lalu ayah korban mendatangi rumah teman anaknya, Miriam. Namun saat ditanya, dia mengaku bahwa korban tidak main ke rumahnya. Selanjutnya, Kosum mencoba mencari keberadaan korban dengan menanyakan kepada teman korban yang lain, yakni Ipah.

"Dari keterangan Ipah, didapat informasi jika korban pergi bersama seorang lelaki ke arah Kramat," jelasnya.

Keesokan harinya, pada Jumat (23/9/2016) ayah korban mendapatkan SMS dari nomor tidak dikenal bahwa anaknya telah diculik dan dia harus memberi tebusan uang Rp100 juta.

"Atas kejadian ini ayah korban langsung melaporkan ke Polsek Pakuhaji," kata Triyani.

Dari laporan tersebut, Polsek Pakuhaji dibantu Unit Jatanras Polda Metro Jaya melakuakan penyelidikan hingga berhasil mengetahui lokasi pelaku.

Akhirnya pada Minggu  (25/9/2016) sekitar Pukul 03.30 WIB, petugas berhasil menangkap dua tersangka dan mengamankan korban di Kampung Karang Sari, Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

"Untuk tersangka 2 orang dibawa ke Polsek Pakuhaji guna proses lebih lanjut. Sedangkan korban langsung dipertemukan dengan orangtuanya," katanya.

Kapolsek Pakuhaji AKP Hidayat Iwan mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini sehingga belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkat identitas dan motif pelaku. "Nanti saja ya, masih pendalaman," jelasnya. (RAZ)

KAB. TANGERANG
Amud Dorong Kolaborasi Atasi Sampah Liar di Kabupaten Tangerang

Amud Dorong Kolaborasi Atasi Sampah Liar di Kabupaten Tangerang

Minggu, 4 Oktober 2026 | 14:27

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan sektor swasta untuk mengatasi persoalan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill