Connect With Us

Minat Baca Rendah, Zaki akan Geber Perpustakaan Desa

Mohamad Romli | Kamis, 11 Oktober 2018 | 19:00

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat menjadi narasumber talkshow pada Jambore Perpustakaan Kabupaten Tangerang. Selain Zaki, hadir juga Najwa Shihab (Duta Baca Indonesia), Maman Suherman (Pegiat Literasi) dan perwakilan Perpustakaan nasional. (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar tidak menampik jika minat baca masyarakat Kabupaten Tangerang rendah. Hal itu pun diakuinya menjadi salah satu fokus perhatiannya di periode kedua kepemimpinannya.

Salah satu program yang segera terealisasi, kata dia, adalah tersedianya perpustakaan di setiap desa. Untuk tahap awal, melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kabupaten Tangerang, telah dilatih sejumlah personel dari 100 desa di Kabupaten Tangerang untuk mengelola perpustakaan desa tersebut.

"Karena perpustakaan ini harus ada petugasnya, orang yang fokus mengelola dan memahami soal perpustakaan," ujarnya disela-sela pembukaan Jambore Perpustakaan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Kamis (11/10/2018).

Ia juga mengajak semua kalangan untuk menggerakkan budaya literasi di Kota 1001 industri ini, karena ia percaya, buku telah memberikan kontribusi yang besar dalam pertumbuhan alam pikirnya sebagai seorang anak generasi tahun 1980-an dan remaja tahun 1990-an yang belum digempur oleh teknologi informasi seperti saat ini.

"Zaman dulu buku sulit sekali, apalagi buku berkualitas. Sekarang mudah didapatkan, tapi tantangannya adalah gadget," kata Zaki.

Menurutnya, generasi muda perlahan namun pasti harus kembali ke buku, karena buku sebagaimana dirasakannya, membentuk dan memperkaya imajinasi seseorang.

"Jangan terus bermain gadget, tapi mari jadikan buku menjadi barang berharga. Karena dengan membaca buku memperkaya imajinasi dan nalar kita," tegasnya.

Ia pun berharap semakin banyak generasi muda yang tergugah untuk membangun budaya literasi di Kabupaten Tangerang. Salah satu yang ingin kembali ia galakkan adalah memfungsikan kembali majalah dinding di sekolah serta mendorong generasi milenial untuk aktif menulis di blog dan media sosial.

"Nanti kita adakan lomba mading antar sekolah dan blog untuk memacu minat baca," tandasnya.

Ditambahkan Kepala Perpusda Kabupaten Tangerang Yusrizal, 100 orang yang sudah diberikan bimbingan teknis mengelola perpustakaan tinggal merealisasikan hasil pelatihan. Karenanya ia pun mendorong peran aktif kepala desa dan jajarannya untuk menyambut program dari Bupati Tangerang tersebut.

"Calon pengelolalnya sudah kami berikan bimbingan teknis, ini adalah political will dari pak Bupati Tangerang untuk meningkatkan minat baca masyarakat," kata Yusrizal.(MRI/RGI)

KAB. TANGERANG
Dinkes Kabupaten Tangerang Perkuat Faskes Antisipasi Virus Nipah

Dinkes Kabupaten Tangerang Perkuat Faskes Antisipasi Virus Nipah

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:29

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mulai memperkuat fasilitas kesehatan (faskes) sebagai upaya mengantisipasi potensi temuan penyebaran virus Nipah di wilayahnya.

BISNIS
Mau Bisnismu Naik Kelas, Datang ke Pesta Wirausaha TDA Tangerang Raya 

Mau Bisnismu Naik Kelas, Datang ke Pesta Wirausaha TDA Tangerang Raya 

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:14

Bagi para pelaku usaha yang ingin membawa bisnisnya naik kelas, Pesta Wirausaha TDA Tangerang Raya 2026 menjadi ajang yang sayang untuk dilewatkan.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill