Connect With Us

Indonesia Dikepung Produk Asing, Koperasi Solusinya

Maya Sahurina | Sabtu, 23 Maret 2019 | 20:34

Presiden Direktur Utama Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) Kamaruddin Batubara. (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Revolusi industri 4.0 telah mengubah pola distribusi barang. Kini, berbagai produk sangat mudah dipasarkan melalui platform daring (online). Namun celakanya, produk luar pun turut membanjiri pasar dalam negeri. Sementara produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri tidak banyak dilirik pangsa pasar luar, bahkan terkadang di dalam negeri sendiri.

Platform ekonomi digital ini pun berdampak pada tersedot uang ke luar negeri.

Dituturkan Presiden Direktur Utama Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) Kamaruddin Batubara, berbeda dengan platform tersebut, koperasi justru menjadi jawaban kondisi ekonomi saat ini.

"Era digital ini seharusnya gak masalah, hanya merubah cara belanja saja. Nah, sekarang kalau yang belanja (online) gak ada, karena setiap orang belanjanya dikoperasi, belanja online juga dikoperasinya, siapa yang dapat order itu, Indonesia atau luar?," ungkap Kamaruddin kepada wartawan yang menjawab pertanyaan wartawan terkait tantangan koperasi ditengah maraknya produk luar negeri yang dijual melalui situs belanja daring disela-sela puncak perayaan Milad Kopsyah BMI ke-6 di Kitri Bakti, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (23/3/2019).

Kegiatan Milad Kopsyah BMI ke-6 di Kitri Bakti, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (23/3/2019).

Menurutnya, jika kesadaran berkoperasi telah tumbuh dan mengakar kuat di Indonesia, apapun produk luar yang ditawarkan tidak akan merubah pola konsumerisme, karena setiap anggota koperasi memenuhi kebutuhannya melalui koperasi.

"Sebenarnya kalau kesadaran berkoperasi ini kita bangun, militansi anggota kuat, siapa yang mau beli (produk) mereka. Kalau semua kebutuhan dibeli dikoperasi, apa yang mau dijual secara online?," tambahnya.

"Makanya, kekuatan dan semangat berkoperasi harus kita perkuat. Semua kita ajak berkoperasi. Kebutuhan sendiri dipenuhi, permodalan juga. Lalu apa yang mau diorder dari luar, karena disini (Indonesia) kuat," sambungnya.

Ia juga mengatakan, esensi berkoperasi adalah semangat gotong royong untuk membantu sesama dengan kepedulian. Ia mencontohkan soal mengembangkan pelaku UMKM. Koperasi mendampingi para pelaku usaha tersebut mulai dari permodalan, produksi hingga pemasaran. Karena, kata Kamaruddin, tolong-menolong merupakan ruh dari koperasi.

"Sekarang persoalannya, usaha mikro yang dibantu (Pemerintah), usaha mikro yang mana?. Usaha mikro mana di Tangerang yang bisa mendapatkan order dari unicorn-unicorn? Kan gak ada. Rata-rata dari luar, dari Cina yang banyak, dari kita gak ada. Artinya apa? produk luar sampai kesini, uangnya juga lari ke luar. Kita dapat apa? cuman konsumen terus," tukasnya.

Sementara Deputi Pembiayaan pada Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan, saat ini di Indonesia ada sekitar 4.900 koperasi syariah. Ia pun memiliki harapan besar kepada koperasi syariah tersebut untuk membantu pembiayaan para pelaku UMKM.

Pasalnya, kata dia, berdasarkan data tahun 2017 saja, dari 62,9 juta pelaku UMKM, baru 19,8 persen yang terlayani permodalannya oleh pihak perbankan

"Coba bayangkan. Kemudian kalau target pemerintah tahun 2019 sebesar 25 persen, dari 62,9 juta itu paling 15 juta yang bisa dilayani oleh bank," ucapnya di lokasi acara Milad ke-6 Kopsyah BMI tersebut.

Yuana juga menyoal soal kerumitan pelaku UMKM saat mengakses pembiayaan dari bank yang kerap terbentur oleh berbagai persyaratan yang terkadang tidak bisa dipenuhi. Sehingga, Koperasi Simpan Pinjam (KSP), kata dia, menjadi tumpuan bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan permodalan.

"KSP ini salah satu solusi, ada sekian ribu KSP yang bagus. Contohnya BMI syariah," katanya.(RMI/HRU)

TANGSEL
Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Selasa, 3 November 2026 | 19:06

Menanggap aksi mahasiswa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin, menyatakan bahwa pihaknya memandang dinamika dan perbedaan pandangan publik sebagai bagian yang menyehatkan

NASIONAL
Imbas Penyadapan Presiden, Pengamat Minta Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital

Imbas Penyadapan Presiden, Pengamat Minta Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital

Rabu, 4 November 2026 | 17:50

Peneliti Kebijakan Publik Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP) Riko Noviantoro, meminta agar seluruh masyarakat meningkatkan pemahaman literasi digital pasca penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo

BANDARA
Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:53

Maskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill