Connect With Us

PJU dan Jalan Rusak Penyebab Kabupaten Tangerang Rawan Kriminal

| Minggu, 13 Maret 2011 | 15:05

Borgol (tangerangnews / dens)

 
TANGERANG -Minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU)  dan keterbatasan personil Polri di wilayah Kabupaten hukum Tangerang dan Tangerang Selatan menyebabkan tingginya angka tingkat kriminalitas.

Kapolres Kabupaten Tangerang, Kombes Wahyu Widada menyatakan,  bahwa dirinya harus melayani dua wilayah, yaitu Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan total jumlah penduduk 3,5 juta.

Sedangkan jumlah personil yang dimiliki hanya 1.350 personil. Kondisi ini diperparah dengan minimnya fasilitas umum seperti kondisi jalan rusak dan minimnya JPU. Kondisi ini membuat Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel menjadi ‘disukai’ bagi pelaku kejahatan.

“Minimnya sarana penerangan jalan juga berdampak langsung pada terhambatnya aktivitas kepolisian dalam pengamanan wilayah. Bagaimana kami mau lancar dalam mengamankan wilayah, kalau jalan banyak yang rusak dan gelap, “tegas Wahyu, hari ini.

Untuk diketahui, wilayah hukum Polres Kabupaten Tangerang berdasarkan catatan Polda sebagai wilayahdengan tingkat kriminalitasnya tinggi jika dibandingkan wilayah lain di Polda Metro Jaya sepanjang Bulan Februari 2011. Tingginya tingkat kriminalitasnya sepanjang Februari adalah Polres Kabupaten Tangerang, dengan jumlah peristiwa sebanyak 272 kasus.

Menurut Kapolres tingginya angka kriminalitas itu antara lainya karena banyak lingkungan gelap dan rumah satu dengan yang lain berjauhan. Kejahatan itu banyak terjadi didaerah hitrogen, yaitu banyak pabrik dan padat pemukiman. “Rata-rata yang diambil pelaku kejatahan itu adalah sepeda motor yang diparkir di dalam rumah, “kata Wahyu.

Kondisi infrastruktur serta lampu penerangan jalan umum yang sudah banyak rusak, lanjut Wahyu, sudah disampaikan kepada pemerintah daerah untuk segera memperbaikinya. “Kita tidak perlu lagi menutup-nutupi memang begitu faktanya dilapangan, “jelasnya.

40 Persen PJU  Kabupaten Rusak
Sekitar 40 persen dari 42 ribu titik PJU di Kabupaten Tangerang saat ini rusak. Kondisi itu membuat jalan-jalan yang menghubungkan antar kecamatan gelap dan rawan kejahatan seperti perampasan, pencurian terhadap kendaraan bermotor.

Kepala Seksi Pemasangan PJU Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Yudiana menyatakan sebanyak 40 persen PJU yang tersebar di jalan-jalan di 29 Kecamatan Kabupaten Tangerang itu rusak dan alat kelengkapannya banyak dicuri.

Selain lampu-lampu, lebih dari 440 meter kabel PJU juga telah didapati hilang. “Sering kita jumpai pula boks panel PJU yang ditanam di sisi jalan umum dalam keadaan kosong. Bahkan panel boks itu juga rusak,” kilahnya. (DIRA DERBY)

TANGSEL
Pemkot Tangsel Catat Surplus Keuangan Rp4,3 Triliun di Momen HUT ke-81 RI

Pemkot Tangsel Catat Surplus Keuangan Rp4,3 Triliun di Momen HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:05

Pemerintah (Pemkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memaparkan sejumlah capaian kinerja dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.

KOTA TANGERANG
RS Melati Tangerang Sabet Penghargaan Produktivitas Terbaik Tingkat Kota

RS Melati Tangerang Sabet Penghargaan Produktivitas Terbaik Tingkat Kota

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:00

Rumah Sakit (RS) Melati Tangerang meraih penghargaan Juara 1 Produktivitas Kategori Perusahaan Menengah Tingkat Kota Tangerang.

NASIONAL
Purbaya Naikan Anggaran TKD 2027 Jadi Rp735 Triliun, Fokus ke Daerah dengan PAD Rendah 

Purbaya Naikan Anggaran TKD 2027 Jadi Rp735 Triliun, Fokus ke Daerah dengan PAD Rendah 

Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53

Pemerintah merancang anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun dalam RAPBN 2027. Anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan outlook TKD 2026 yang tercatat Rp696,9 triliun.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill