Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) terus berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan.
Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA.
Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pegawai UPTD PPA, tentang proses penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dengan demikian, UPTD PPA ini bisa menjadi rujukan pertama bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada korban.
"Jadi korban dapat ditangani sesuai dengan standar pelayanan yang cepat akurat komprehensif dan terintegrasi," ucapnya, Kamis 21 Maret 2024.
Kegiatan ini sekaligus untuk meningkatkan sinkronisasi antara UPTD PPA dan bidang-bidang di DPPPA Kabupaten Tangerang, dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak secara komprehensif.
"Diharapkan dengan diselenggarakan bimtek ini juga bisa menambah wawasan dan keterampilan bagi seluruh personel yang ada di UPTD PPA," ujarnya.
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGEmpat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.
Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews