Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) terus berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan.
Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA.
Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pegawai UPTD PPA, tentang proses penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dengan demikian, UPTD PPA ini bisa menjadi rujukan pertama bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada korban.
"Jadi korban dapat ditangani sesuai dengan standar pelayanan yang cepat akurat komprehensif dan terintegrasi," ucapnya, Kamis 21 Maret 2024.
Kegiatan ini sekaligus untuk meningkatkan sinkronisasi antara UPTD PPA dan bidang-bidang di DPPPA Kabupaten Tangerang, dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak secara komprehensif.
"Diharapkan dengan diselenggarakan bimtek ini juga bisa menambah wawasan dan keterampilan bagi seluruh personel yang ada di UPTD PPA," ujarnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tengah mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk dikirimkan kepada warga yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemerintah merancang anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun dalam RAPBN 2027. Anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan outlook TKD 2026 yang tercatat Rp696,9 triliun.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews