Connect With Us

Gegara Over Kredit Motor, Warga Tangerang Dihukum Penjara 16 Bulan

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 24 Oktober 2024 | 14:51

Kantor FIFGROUP Cabang Cikupa Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Bagi masyarakat yang hendak over kredit kendaraan, sebaiknya mengetahui berbagai aturan hukum sebelum melakukannya.

Apalagi jika over kredit dilakukan tanpa sepengetahuan pihak leasing. Maka debitur bisa dijerat hukuman pidana penjara.

Seperti yang terjadi pada oknum debitur FIFGROUP dengan inisial MUH. Ia dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan beserta denda sebesar Rp20 juta dengan subsider pidana kurungan 2 bulan oleh Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Sesuai dengan nomor perkara 1108/Pid.B/2024/PN Tng yang dibacakan pada 27 Agustus 2024 yang lalu, hakim PN Tangerang memutuskan MUH bersalah karena melanggar Pasal 36 UU No 42/1999 tentang Jaminan Fidusia. 

Pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya mengover alih barang kredit berupa sepeda motor Honda PCX 160 ABS. Padahal motor itu sudah dibebankan dengan jaminan fidusia dari perusahaan pembiayaan FIFGROUP Cabang Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Budiyanto, Kepala Cabang FIFGROUP Cikupa menyatakan konsumen yang beritikad tidak baik dan melanggar aturan akan mempunyai konsekuensi dan dapat dikenakan tindakan hukum.

Kasus ini berawal ketika MUH menggunakan data pribadinya untuk mengajukan kredit yang mewakili IP melalui FIFGROUP cabang Cikupa.

"Pengajuan kredit ini dilakukan pada Juli 2021, dengan tenor 31 bulan dan angsuran sebesar Rp1.591.000," jelasnya, Kamis 24 Oktober 2024.

MUH mau melakukan aksinya dikarenakan tawaran hadiah uang sebesar Rp1 juta yang diberikan oleh salah satu oknum anggota organisasi masyarakat (Ormas) dengan inisial IP. Saat ini IP masih masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Saat itu, pelaku masih membayar tanggung jawabnya sebagai seorang debitur selama 5 bulan. Namun setelah itu MUH sudah tidak melanjutkan pembayarannya selama 56 hari.

Pada rentang waktu tersebut, FIFGROUP sudah menunjukan itikad baik dengan mengingatkan MUH melalui telepon, kunjungan ke rumahnya, dan melakukan somasi 1 dan 2. Tapi tidak diindahkan olehnya.

"Pada saat itu, MUH mengakui bahwa sepeda motor yang masih dalam status kredit sudah di over alihkan kepada IP tanpa seizin perusahaan," terang Budiyanto.

Ia mengimbau kepada konsumen FIF, khususnya FIF Cabang Cikupa dan sekitarnya, untuk mematuhi peraturan dan undang-undang yang berlaku.

"Saat ini marak terjadi tindakan oknum yang mengambil keuntungan dengan meminjam data pribadi masyarakat melalui janji hadiah uang, yang dapat menimbulkan kerugian dan juga risiko hukum,” kata Budiyanto.

Lebih jauh Budianto menyatakan harapannya agar masyarakat tidak tergiur oleh tawaran serupa. Sebab data pribadi sangat berharga dan harus dijaga.

FIFGROUP wilayah JATA 3 berkomitmen melaporkan tindakan melanggar hukum yang merugikan pihak lain, sesuai misinya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui fasilitas pembiayaan.

"Kami juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari tindakan melawan hukum, baik pidana maupun perdata.” ujar Budiyanto.

“Kami sebagai korban juga berterima kasih kepada aparat penegak hukum khususnya Tim Reskrim Polsek Panongan karena sudah membantu dalam proses penegakan hukum kasus ini,” tutupnya.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

HIBURAN
Yuk Nobar Final FIFA ASEAN Cup Indonesia vs Thailand di Taman Elektrik Malam Ini, Bisa Dapet Doorprize

Yuk Nobar Final FIFA ASEAN Cup Indonesia vs Thailand di Taman Elektrik Malam Ini, Bisa Dapet Doorprize

Senin, 5 Oktober 2026 | 18:02

Pemkot Tangerang menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) gratis laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Thailand pada Senin 5 Oktober 2026 malam. Berlokasi

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

BANTEN
Cekcok Gegara Dipaksa Naik Bus, Calon Penumpang Ditusuk Kernet Pakai Gunting di Serang, 2 Pelaku Ditangkap

Cekcok Gegara Dipaksa Naik Bus, Calon Penumpang Ditusuk Kernet Pakai Gunting di Serang, 2 Pelaku Ditangkap

Rabu, 7 Oktober 2026 | 22:12

Seorang calon penumpang menjadi korban pengeroyokan dan penusukan dua kernet bus di depan Indomaret RS Sari Asih, Kota Serang, Banten.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill