Connect With Us

7.350 Kg Bantuan Beras Disalurkan ke 755 KK di Kabupaten Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 30 November 2024 | 19:45

Penyaluran sebanyak 7.350 Kg beras bagi 755 KK kategori rentan pangan di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Jumat 29 November 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Pertaninan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan pangan lanjutan berupa beras fortifikasi, untuk kelurahan dan desa kategori daerah rentan rawan pangan.

Bantuan itu disalurkan tujuh kelurahan dan desa di Kecamatan Kosambi, yaitu Kelurahan Kosambi Barat, Desa Cengklong, Desa Belimbing, Kelurahan Dadap, Salemberan Jaya, Salembaran Jati dan Desa Jatimulya.

Adapun beras fortifikasi yang disalurkan sebanyak 7.350 Kg bagi 755 Kepala Keluarga (KK), yang mana setiap penerima manfaat atau KK mendapatkan 10 kg beras fortifikasi dalam kemasan 5 kg.

Ini merupakan lokus penanganan prioritas 2 dalam peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kabupaten Tangerang Tahun 2023. 

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Asep Jatnika Sutrisno mengatakan, tujuan bantuan pangan beras fortifikasi untuk daerah rentan rawan pangan dalam rangka pembinaan dan penanganan kerawanan pangan, bagi masyarakat rentan rawan pangan di Kabupaten Tangerang.

“Kami melakukan beberapa kegiatan untuk mendukung pengentasan kerawanan pangan melalui penyedia pangan dari sektor pertanian dan peternakan. Beras fortifikasi ini diharapkan mampu melengkapi kebutuhan gizi selain dari pangan/olahan pangan,” kata Asep di Aula Desa kelurahan Kosambi Barat, Jumat 29 November 2024.

Pelaksanaan kegiatan penyaluran bantuan pangan beras untuk masyarakat rentan pangan tahun 2024, menargetkan sebanyak 18 desa/kelurahan yang terindikasi rentan rawan pangan.

Ke-18 desa tersebut sudah dilakukan intervensi di Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Balaraja, Kecamatan Mauk, Kecamatan Sukadiri, dan Kecamatan Kosambi pada Agustus 2024.

“Pada Agustus 2024 yang lalu, kami sudah melakukan intervensi terhadap 18 desa di 6 kecamatan kabupaten Tangerang, menyalurkan 27 ton kepada 2.700 KK dan di APBD Perubahan 2024, melalui DID Inflasi menyalurkan 7.350 kg di 7 Desa di kecamatan Kosambi,” katanya.

Ini bentuk upaya komitmen Pemkab Tangerang untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Tangerang melalui program dan kegiatan yang mendukung kebijakan pembangunan dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Penyaluran bantuan pangan beras untuk masyarakat rentan pangan tahun 2024 ini mengacu kepada hasil analisis FSVA Kabupaten Tangerang Tahun 2023, dimana terdapat 110 desa terindikasi rentan rawan pangan (perioritas 2 dan 3).

“Kami berharap melalui penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat rentan rawan pangan, dapat meringankan pengeluaran masyarakat penerima manfaat dalam pengeluaran belanja pangan terutama beras yang sudah ditambahkan nutrisi penting untuk mencakup kebutuhan pangan,” tutup Asep.

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

BANDARA
Fasilitas Learning Center di Bandara Soetta Kini Terbuka untuk Seluruh Industri Aviasi

Fasilitas Learning Center di Bandara Soetta Kini Terbuka untuk Seluruh Industri Aviasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:15

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memperluas fungsi InJourney Airports Learning Center (IALC) di kawasan Bandara Soekarno-Hatta agar dapat diakses oleh seluruh pelaku industri aviasi nasional maupun global.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill