Connect With Us

Deteksi Dini Down Syndrome, Pentingnya Pemeriksaan Sejak Kehamilan

Redaksi | Sabtu, 15 Maret 2025 | 18:07

Dokter spesialis anak RSUD Tigaraksa, dr. Qeis Ramadhan, Sp.A. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com - Down Syndrome adalah kelainan genetik yang paling sering terjadi dan mudah diidentifikasi. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kelainan pada kromosom, di mana terdapat penambahan satu kromosom pada pasangan kromosom ke-21, yang dikenal sebagai trisomi 21. 

Kelainan ini dapat menyebabkan berbagai dampak pada perkembangan fisik dan mental penderitanya, termasuk keterlambatan pertumbuhan, gangguan intelektual, kelainan jantung bawaan, gangguan sistem pencernaan, hingga peningkatan risiko leukemia.  

Menurut dr. Qeis Ramadhan, Sp.A, dokter spesialis anak RSUD Tigaraksa, deteksi dini Down Syndrome dapat dilakukan baik saat masa kehamilan (prenatal) maupun setelah bayi lahir (postnatal). 

"Tes skrining prenatal biasanya dilakukan pada trimester pertama atau kedua kehamilan, salah satunya melalui pemeriksaan sampel air ketuban (amniosentesis) untuk mendeteksi adanya kelainan kromosom. Selain itu, ibu hamil juga dapat menjalani tes darah dan USG khusus yang dapat memberikan indikasi awal adanya risiko Down Syndrome pada janin," jelasnya.  

Sementara itu, pada bayi yang telah lahir, tanda-tanda Down Syndrome bisa diidentifikasi dari ciri fisik khas seperti wajah yang datar, mata berbentuk almond, leher pendek, serta tonus otot yang lemah. 

Selain pemeriksaan fisik, diagnosis juga dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan genetik untuk memastikan adanya kelainan kromosom.  

Meskipun Down Syndrome tidak dapat disembuhkan, deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu anak dengan kondisi ini menjalani hidup yang lebih berkualitas. 

Dukungan dari tenaga medis, keluarga, serta terapi yang tepat, seperti terapi wicara, terapi okupasi, dan pendidikan khusus, sangat penting untuk membantu anak mencapai potensi terbaiknya. 

Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin agar dapat mendeteksi kemungkinan adanya kelainan sejak dini dan mempersiapkan penanganan yang optimal. (adv)

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

PROPERTI
Show Unit Allurea Type E Asthara Skyfront City Dibangun, Ini Keunggulannya

Show Unit Allurea Type E Asthara Skyfront City Dibangun, Ini Keunggulannya

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:06

Calon pembeli rumah kini bisa melihat langsung hunian Allurea Type E di Asthara Skyfront City.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill