Connect With Us

60 Lapak di Kelapa Dua Ludes Terbakar

| Minggu, 31 Juli 2011 | 16:09

Kebakaran di Kepala Dua, Kabupaten Tangerang. (tangerangnews / rangga)


TANGERANG-Sebanyak 60 lapak pedagang di Taman Jajan Harkit, Jalan Dwi Sugondo, RT 2/5, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, ludes terbakar, Minggu (31/7).

Kebakaran diduga dipicu karena terbakarnya tabung gas di bengkel las. Tidak ada korban dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut keterangan pemilik kios rokok, Didi, 36, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Kebakaran diduga berawal dari terbakarnya tabung gas di salah satu bengkel las milik Pak Yoyo. "Saat itu saya lagi nongkrong di dekat bengkel, tiba-tiba api langsung membesar. Pekerja di bengkel sudah menyelamatkan barangnya tanpa berteriak atau meberitahu sama sekali adanya kebakarann," katanya.


Kemudian api dengan cepat merembet ke lapak lainnya. Dalam 30 menit, puluhan lapak yang terbuat dari kayu dan triplek ini langsung habis dilalap api. Sementara pemilik lapak tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya. "Lapak ini bukanya malam hari, kalo siang hari tutup dan ditinggalkan pemiliknya, jadi kebanyakan tidak ada yg tau kebakaran ini," tambah Didi yang kiosnya juga ludes terbakar.

Sementara, Rahmi, 28, pemilik lapak pecel lele, hanya bisa menangis melihat tempat daganganya habis terbakar. "Saya jualan dan tinggal disini. Sekarang saya bingung mau tinggal dimana," ucapnya sedih.


Warga di sekitar lapak sempat berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Mereka menyirami lapak menggunakan ember dan selang. Namun karena keterbatasan air membuat api sulit padam. Beberapa saat kemudian, 10 unit armada Dinas Pemadam Kebakaran dari Kota dan Kabupaten Tangerang  tiba di lokasi. Api berhasil dijinakkan 30 menit kemudian.

Menurut Komandan Regu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Kamaludin Azizi, menduga kalau kebakaran berasal dari tabung gas. Ia mengaku kesulitan memadamkan api karena sulitnya sumber air. "Menurut keterangan saksi ini akibat tabung gas. Nanti kita selidiki lagi. Kita ksulitan menemukan air, jadi harus bolak-balik mengisi air di sumber air terdekat," tandasnya.(RAZ)

HIBURAN
Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:53

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill