Connect With Us

Pemkab Tangerang Imbau Pedagang Hewan Kurban Tidak Dirikan Lapak di Trotoar

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 18 Mei 2026 | 20:35

Sapi kurban di salah satu lapak Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono mengimbau agar para pedagang hewan kurban tidak mendirikan lapak dagangannya di area fasilitas umum (fasum) seperti trotoar. 

‎Menurutnya, keberadaan lapak disekitar area tersebut tidak ideal dan dapat mengganggu kenyamanan pejalan kaki serta mengotori lingkungan.

Ia menyarankan, agar para pedagang hewan kurban menjual dagangannya di lokasi yang sesuai dan tidak menghambat aktivitas masyarakat. 

‎"Selain mengganggu kebersihan dan kenyamanan pejalan kaki, area tersebut juga kurang ideal untuk memberikan pakan hewan. Akan jauh lebih baik jika menggunakan area terbuka yang bukan jalan umum," ujarnya, pada Senin 18 Mei 2026.

‎Selain itu, Ujang juga meminta masyarakat agar tidak sembarangan membeli hewan kurban dan memastikan lapak penjualan memiliki stiker terverifikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. 

‎Pasalnya, lapak pedagang hewan kurban yang memiliki stiker verifikasi Pemkab Tangerang, telah menjalani serangkaian pemeriksaan guna memastikan hewan yang akan dikurbankan aman dikonsumsi, sehat dan sesuai dengan syariat islam. 

‎"Jadi nanti masyarakat tinggal lihat saja lapaknya sudah ada stiker yang dari Kabupaten Tangerang atau tidak begitu kan. Kalau sudah ada stiker itu berarti insyaallah hewannya dijamin aman dan sehat," jelasnya.‎

Pihaknya telah mengerahkan sebanyak 96 petugas yang terdiri dari 38 dokter hewan guna melakukan pemeriksaan kesehatan serta kelayakan hewan kurban. 

‎Pemeriksaan dilakukan dua kali yaitu antemortem (sebelum disembelih) dan postmortem (setelah disembelih).

‎"Jadi di awal itu kita monitoring pemeriksaan kondisi fisik hewan di lapak-lapak pedagang, setelah dipotong kita akan periksa daging dan jeroan hewan yang akan dibagikan kepada masyarakat," tutupnya.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

KAB. TANGERANG
Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:01

Petugas Kepolisian akhirnya mengamankan tersangka kasus tabrak lari yang menewaskan seorang tokoh Pramuka asal Tangerang, Herman Sulistyo, 71, alias Kak Herman tahun di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu 7 Juni 2026

OPINI
Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Senin, 8 Juni 2026 | 17:25

Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari

TANGSEL
Modus Sewa untuk Taksi Online, 2 Pelaku Penggelapan di Tangsel Bawa Kabur Mobil Rental ke Pandeglang

Modus Sewa untuk Taksi Online, 2 Pelaku Penggelapan di Tangsel Bawa Kabur Mobil Rental ke Pandeglang

Jumat, 12 Juni 2026 | 16:34

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tangerang Selatan membongkar kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill