TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 250 rumah di Perumahan Villagio Ressidence, Desa Jambu Karya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang dilanda banjir, Senin 2 Februari 2026.
Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, ketinggian air berkisar di antara 20 sentimeter hingga 60 sentimeter. Bahkan, toren air untuk depot air minum milik warga sampai terlepas akibat tergenang banjir.
Terlihat, kantor marketing perumahan tersebut dijadikan sebagai tempat pengungsian oleh warga yang terdampak. Di tempat pengungsian itu terdapat tumpukan logistik seperti mie instan, beras, hingga air minum.
Novi, Ketua RT09/01 Perumahan Villagio Ressidence, mengatakan banjir yang terjadi sejak Sabtu 31 Januari itu merupakan banjir tahap kedua yang terjadi di tahun 2026. Padahal perumahan ini baru ditempati oleh penghuni pertama selama empat tahun.
"Banjir yang saat ini terjadi merupakan banjir susulan, dua minggu lalu juga banjir lebih parah, terus sempat surut, sekarang naik lagi," ujar Novi.
Novi mengungkapkan, ada sebanyak 250 rumah di Perumahan Villagio Ressidence yang terendam banjir. "Itu di satu RT yang terendam, jumlah keluarga terdampak sekitar 80 KK," ungkapnya.
Menurut Novi, permukiman tempat tinggalnya itu memang kerap menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
Banjir tersebut disebabkan sedimentasi aliran Sungai Cimanceri dan tidak adanya tanggul untuk membendung luapan air sungai.
Oleh karena itu, Novi meminta pemerintah dan pengembang Perumahan Villagio Residence agar segera mengatasi permasalahan banjir yang terus berulang di permukiman tersebut.
"Kita butuh tanggul dan normalisasi sungai, karena kan yang terdampak bukan Perumahan Villagio aja, sepanjang aliran Sungai Cimanceuri, itu pasti meluap terus gitu," tutupnya.