TANGERANGNEWS.com-Penyebab kematian seorang pelajar yang mayatnya ditemukan mengapung di Muara Kaliadem, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang pada Kamis 9 Maret 2026 lalu, terungkap.
Korban yang diketahui pelajar SMA Pesantren Al-Multhazam dengan inisial NAW, 16, ini sempat dianiaya oleh 15 pelajar dalam aksi tawuran.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada mengatakan 15 pelajar tersebut diuga terlibat dalam kematian korban. Pihaknya pun telah mengamankan sebanyak 14 orang, sementara satu orang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.
"Sampai saat ini 1 orang terduga pelaku masih dalam proses pencarian ataupun DPO, diduga berperan sebagai Inisiator tawuran dan pelaku pembacokan terhadap korban," ujarnya, Jumat 17 April 2026.
Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang AKP Maskuri menjelaskan, sebelum meninggal, korban terlibat dalam aksi tawuran yang melibatkan 2 sekolah di Jalan Raya Talang, Kecamatan Sukadiri pada Selasa 7 April 2026.
Dalam aksi tawuran tersebut, korban dan rekannya kalah jumlah yang menyebabkan korban terkena luka bacok di bagian lengan kanan.
"Berdasarkan hasil otopsi, pembuluh darah vena korban terputus setelah kena bacokan tersebut, berhubung lokasi tawuran dengan kali dekat, korban memutuskan menceburkan diri ke kali tersebut untuk menyelamatkan diri," tambahnya.
Ia menuturkan, luka tersebut membuat korban lemas sehingga membuat korban terbawa arus hingga akhirnya ditemukan di ujung Muara Kali Adem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.
Karena perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU No. 35 Tahun 2014 dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp3 miliar.