Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Eks Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda meminta pemerintah memperkuat kemandirian pangan di tengah krisis global.
Menurutnya, konflik geopolitik global dapat menghambat upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk Republik Indonesia secara mandiri.
"Konflik di Timur Tengah kan menghambat jalur pangan dan jasa di Selat Hormuz, artinya arus energi, minyak, gas, dan pupuk menjadi penghambat. Kalau pupuk terhambat berarti target ketahanan pangan tidak bisa tercapai," ujarnya saat menghadiri Tangerang Internasional Development Seminar 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Senin 25 Mei 2026.
Ia menyebut, di tengah kondisi geopolitik global yang sedang terjadi, saat ini Indonesia menjadi bangsa yang hampir swasembada pangan.
"Sebab kalau terjadi disrupsi karena perang atau krisis di tempat lain, kita harus relatif bisa bertahan," ujar Hassan.
Meski begitu, ia mewaspadai potensi adanya konflik geopolitik yang mungkin terjadi di masa depan.
Oleh karena itu, Hasan menekankan pentingnya upaya pemerintah meningkatkan kemandirian dalam menjaga target ketahanan pangan Indonesia.
"Kita tidak bisa tebak apa yang terjadi di tahun depan, krisis mana lagi atau perang di mana lagi. Jadi pemerintah harus mengarah pada kemandirian kita sebagai bangsa," tutupnya.
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGFestival Cisadane 2026 mencatatkan capaian yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Selama lima hari pelaksanaan, ajang budaya tahunan di Kota Tangerang itu berhasil menarik sekitar 139.682 pengunjung
Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews