Connect With Us

2 Pelajar SMP Aniaya Lawan Tawuran Pakai Corbek dan Celurit hingga Tewas di Sindang Jaya, Penjara 5 Tahun Lebih Menanti

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 5 Juni 2026 | 23:00

Aparat Polresta Tangerang menunjukkan barang bukti sajam yang digunakan pelajar SMP menganiaya lawannya hingga tewas saat tawuran di Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Satuan Reserse Kriminal Polsek Pasar Kemis Polresta Tangerang mengungkap kasus tawuran antarpelajar yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Jalan Lavon, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Dua orang terduga pelaku yang berstatus pelajar berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Peristiwa bentrokan maut tersebut terjadi pada Kamis 4 Juni 2026 malam sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas kepolisian langsung bergerak cepat dan menangkap kedua terduga pelaku pada Jumat 5 Juni 2026 pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kurang dari 24 jam setelah kejadian, kami mengamankan dua pelajar yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Indra Waspada menjelaskan, insiden berdarah ini melibatkan dua kelompok pelajar yang berasal dari dua sekolah berbeda, yakni salah satu SMP di wilayah Cikupa dan salah satu SMP di wilayah Rajeg.

Akibat bentrokan senjata di lapangan, seorang korban dari kelompok pelajar Cikupa dilaporkan meninggal dunia.

 

Sita 6 Bilah Senjata Tajam

Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan oleh para pelaku untuk menyerang korban saat tawuran berlangsung.

Barang bukti yang diamankan petugas di antaranya berupa enam bilah senjata tajam jenis celurit dan corbek.

Selain senjata, polisi menyita tiga unit telepon genggam (smartphone), serta pakaian dan tas yang dikenakan para terduga pelaku di tempat kejadian perkara (TKP).

"Penyidik masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat dalam tawuran tersebut," tambah Indra Waspada.

 

Terancam Penjara 5 Tahun Lebih

Kapolsek Pasar Kemis, AKP Humaedi menegaskan bahwa penegakan hukum akan diberlakukan secara tegas. Para terduga pelaku kini dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 80 juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak, dan/atau Pasal 467 ayat (2), dan/atau Pasal 307 ayat (1) KUHP Baru.

"Dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun," papar Humaedi.

Merespons maraknya fenomena kenakalan remaja yang berujung pidana ini, Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Sandro Tree Bahara, memberikan peringatan keras kepada lingkungan keluarga.

Orang tua diimbau untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah.

"Kami mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari dan penggunaan media sosial yang kerap menjadi sarana komunikasi maupun pemicu aksi tawuran. Kami mengharapkan peran aktif seluruh pihak dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda," pungkas Sandro.

OPINI
Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Rabu, 4 November 2026 | 19:24

Pembangunan infrastruktur perkotaan sering kali menjadi panggung paling transparan dalam menguji efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Ruang publik dan fasilitas jalan bukan sekadar struktur fisik dari bahan semen dan aspal

KAB. TANGERANG
Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Tembus Rp40 Triliun, Didominasi Industri Makanan

Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Tembus Rp40 Triliun, Didominasi Industri Makanan

Rabu, 4 November 2026 | 19:50

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi di Kabupaten Tangerang, mencapai Rp40,15 triliun selama periode Januari hingga September 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill