Connect With Us

Pegawai SPPG Tangerang Demo Lanjutkan MBG Pakai Baju SD, Sebut Wakili Anak Sekolah

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 29 Juni 2026 | 19:20

Ribuan pegawai SPPG Kabupaten Tangerang mengenakan baju SD saat aksi damai menuntut pemerintah lanjutkan program MBG. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Peristiwa unik terjadi ketika ribuan pekerja SPPG Kabupaten Tangerang menggelar aksi damai di Kantor Bupati Tangerang pada Senin 29 Juni 2026.

Di sela-sela aksi dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah peserta tampil mengenakan seragam sekolah dasar (SD).

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, demonstran yang berjumlah ribuan itu mendatangi Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa, sejak Senin pagi.

‎Dalam aksinya, para peserta membentangkan poster dan spanduk yang berisi pesan dukungan untuk program MBG, sembari berorasi di pelataran kantor.

‎Salah satu peserta aksi, Siti Diva, 23, mengklaim penggunaan seragam siswi SD ini dilakukan guna mewakili suara anak sekolah yang masih membutuhkan MBG. 

‎"Karena anak SD ini salah satu penerima manfaatnya jadi kita cosplay menjadi penerima bantuan MBG," ucap Siti. 

‎Siti menjelaskan, alasan utama ia mendukung keberlanjutan dari program MBG karena mampu memberikan efek domino bagi perekonomian warga, mulai dari membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas petani, hingga menggairahkan sektor UMKM.

‎Sebagai karyawan SPPG, Siti tidak membenarkan adanya praktik korupsi yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN).

Kendati demikian, skandal mega korupsi tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pembenaran untuk menghentikan program MBG tersebut.

‎"Minusnya itu koruptor-koruptor. Kenapa jadi kita yang di bawah yang kena imbasnya. Harusnya koruptor yang ditindak," tegas Siti.

Menanggapi kedatangan ribuan massa, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid langsung menemui para demonstran. Ia menyatakan siap menjembatani dan membawa aspirasi para pekerja SPPG ini ke pemerintah pusat.

Kendati demikian, Maesyal memberikan syarat tegas agar para pekerja dan penyedia program MBG di lapangan melakukan evaluasi total dan membenahi sistem kerja mereka, baik dari sisi administrasi maupun operasional.

Hal ini penting untuk mencegah masalah teknis yang merugikan siswa di kemudian hari.

"Kalau sudah optimal mudah-mudahan ini tidak terjadi keracunan, tidak terjadi keterlambatan, tidak terjadi pengurangan menu dan gizi porsinya. Nah ini yang menjadi tanggung jawab kita bersama," tegas Maesyal.

Jika komitmen perbaikan kualitas dan pemenuhan standar gizi tersebut bisa dijamin oleh pihak SPPG, Bupati berjanji akan mengawal langsung tuntutan mereka ke Jakarta.

"Nanti kalau itu sudah dilaksanakan, aspirasi ini saya bawa ke pemerintah pusat," pungkasnya.

NASIONAL
PLN Raih Satya JKN Awards 2026, Pertahankan Predikat Terbaik Nasional Dua Tahun Beruntun

PLN Raih Satya JKN Awards 2026, Pertahankan Predikat Terbaik Nasional Dua Tahun Beruntun

Rabu, 4 November 2026 | 18:21

PT PLN (Persero) kembali meraih penghargaan Satya JKN Awards 2026 sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terbaik nasional.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill