Connect With Us

KLH Instruksikan Siaga Kebakaran TPA Dampak Kemarau Ekstrem, 390 Titik Dievaluasi Mulai Agustus

Muhamad Yusri Hidayat | Sabtu, 4 Juli 2026 | 16:20

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono saat meninjau langsung lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 4 Juli 2026. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan instruksi tegas kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk mengantisipasi potensi kebakaran di 390 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul datangnya kemarau ekstrem yang dipicu oleh fenomena alam El Nino.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta pemda untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh selama periode kemarau ekstrem yang diprediksi berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026.

"Bapak Menteri Jumhur sudah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah untuk mengantisipasi potensi kebakaran di TPA," ujar Diaz saat meninjau langsung lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin, Sabtu, 4 Juli 2026.

Diaz menjelaskan bahwa risiko di TPA tidak hanya sekadar kebakaran, namun juga ledakan. Sebab, di dalam gunungan sampah terkandung gas metana yang sangat reaktif.

Jika gas tersebut bertemu dengan suhu udara yang terik akibat kemarau ekstrem, dampaknya bisa fatal.

"Di bawah tumpukan sampah itu gas metana. Kalau dia berinteraksi dengan udara panas, pastinya dia akan kebakaran juga. Dan lebih bahaya lagi, karena ini sifatnya metana, itu punya potensi untuk meledak," jelas Diaz.

 

Evaluasi Massal TPA Mulai 1 Agustus

Merespons ancaman serius ini, KLH tidak tinggal diam. Deputi Bidang Penegakkan Hukum KLH, Rizal Irawan, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sekitar 390 TPA di seluruh penjuru Indonesia.

Evaluasi yang dijadwalkan berjalan mulai 1 Agustus 2026 ini akan berfokus pada sistem pengelolaan sampah yang diterapkan oleh masing-masing pemda.

"KLH akan menyisir TPA mana saja yang sudah menerapkan sistem Sanitary Landfill dan mana yang masih menggunakan metode Open Dumping (pembuangan terbuka," jelasnya.

Langkah tegas ini diambil karena TPA dengan sistem Open Dumping dinilai menjadi bom waktu yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Selain memicu pelepasan gas metana penyebab pemanasan global, tumpukan sampah terbuka juga menghasilkan cairan lindi (leachate) yang mencemari air tanah, serta menjadi sarang penyakit yang mengancam kesehatan warga sekitar.

"Jadi semua, sekitar 390 TPA itu nanti per 1 Agustus akan dilakukan evaluasi," pungkas Rizal.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

BISNIS
Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Minggu, 13 September 2026 | 06:38

Logeski memperkenalkan Logeski Toilet Bowl Cleaner ke pasar Indonesia dengan konsep no-scrub cleaning.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill