Connect With Us

Motif Pelaku Begal Bunuh Ojol di Tangerang: Depresi Gegara Biaya Nikah, Awalnya Mau Bunuh Diri

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:18

Wajah RD, 25, pelaku begal sadis yang membunuh pengemudi ojol di Kosambi, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Seorang pemuda berinisial RD alias D, 25, nekat menghabisi nyawa seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial ATP di kawasan Villa Taman Bandara, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Kepada penyidik, pelaku mengaku depresi berat karena dipaksa segera menikah oleh orang tuanya, sementara ia sama sekali tidak memiliki biaya untuk menggelar pesta pernikahan.

 

Niat Bunuh Diri Berubah Jadi Begal Sadis

Kasus perampokan disertai pembunuhan ini berawal dari keputusasaan pelaku yang mencari modal nikah. Ia mengaku sempat kehilangan arah dan berniat mengakhiri hidupnya sendiri.

Sambil membawa pisau, pelaku luntang-lantung di jalanan mencari tempat sepi untuk bunuh diri. Namun, niat itu seketika berubah menjadi aksi kriminal saat ia melihat korban sedang tertidur lelap di dekat sepeda motornya yang tidak terjaga.

“Jadi yang bersangkutan ini kebingungan untuk memenuhi kebutuhan pernikahan karena dipaksa segera menikah oleh orang tuanya. Awalnya, dia membawa pisau itu memang untuk bunuh diri,” ungkap Kanit V Subdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Arief Ryzki Wicaksana seperti dilansir dari Kumparan, Rabu 15 Juli 2026.

Melihat kesempatan tersebut, pelaku mencoba merogoh kantong korban untuk mengambil kunci motor secara diam-diam. Naas, aksi itu berujung pada kekerasan fatal.

 

Korban Ditusuk di Leher

Aksi pencurian itu berujung tragis setelah korban terbangun atau menyadari kehadiran pelaku. RD yang panik langsung melayangkan serangan dengan menusuk korban hingga tidak berdaya.

Jasad korban ATP kemudian ditemukan bersimbah darah di kawasan Perumahan Villa Taman Bandara pada Minggu 12 Juli 2026) dini hari, dengan luka tusuk di bagian leher.

Setelah melumpuhkan korban, RD membawa kabur satu unit sepeda motor Honda PCX dan telepon genggam milik ATP.

Pelarian RD tidak berlangsung lama. Kurang dari dua hari setelah jasad korban ditemukan, Tim Resmob Polda Metro Jaya berhasil mengendus keberadaan pelaku.

RD ditangkap tanpa perlawanan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa 14 Juli 2026, dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Atas tindakan sadisnya tersebut, modal nikah yang dicari RD justru berbuah jeruji besi. Ia kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 338 KUHP  tentang pembunuhan dan/atau Pasal 365 KUHP  tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

KAB. TANGERANG
Asmara Terlarang Picu Pembunuhan Wanita yang Direkayasa Jadi Bunuh Diri di Pasar Kemis

Asmara Terlarang Picu Pembunuhan Wanita yang Direkayasa Jadi Bunuh Diri di Pasar Kemis

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:57

Jajaran Polresta Tangerang akhirnya mengungkap motif di balik kasus pembunuhan berencana terhadap seorang wanita berinisial R, 29, yang jasadnya ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang

SPORT
Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:59

Perhelatan akbar yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemeritah Kota (Pemkot) Tangerang ini menghadirkan program The Frontliner hingga jumlah kuota peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill