Connect With Us

Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 3 November 2026 | 22:40

Kantor Disnaker Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

‎TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana mengurus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, bernama Siti Rohaya yang diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya di Malaysia.

‎Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) untuk mengurus kepulangan warganya.

‎"Tentunya kami akan membantu proses pemulangan yang bersangkutan, Pemkab Tangerang akan bersurat kepada Deplu. Selain itu, sebaiknya pihak keluarga juga membuat laporan kepada kami," ujarnya, Selasa 3 November 2026.

‎Selain itu, Rudi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan investigasi terkait status keberangkatan Siti Rohaya sebagai pekerja migran.

‎Investigasi ini juga bertujuan untuk menelusuri proses perekrutan hingga pemberangkatan, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam keberangkatan Siti Rohaya.

‎"Kita juga akan mencari tahu, terkait proses jalur pemberangkatan PMI itu, apakah jalur legal atau ilegal. Kita akan mencari tau, penyalur PMI yang bernama Siti Rohaya tersebut, jika jalurnya ilegal tentu akan kita laporkan," ungkapnya. 

Pihak keluarga Siti Rohaya pertama kali mengetahui peristiwa tersebut dari petugas kepolisian yang datang ke rumah.

‎"Mereka ngasih tahu kalau anak saya dirawat di Malaysia," ujar Kartim, ‎ayah korban, saat diwawancarai Tangerangnews, Senin 2 November 2026.

‎Saat ini, Kartim menyebut, kasus yang menimpa sang putri telah ditangani oleh Kepolisian Malaysia. Meski begitu, Kartim tetap meminta agar Siti Rohaya dapat segera dipulangkan ke Indonesia dan kembali kepada Keluarga.

‎"Luka kalau sekujur badan. Katanya terbakar sama Air keras atau apa saya gatau. Katanya terduga pelaku sudah ketangkep, ada enam orang. Sekarang nih anak saya kan mau dibawa ke pengadilan," jelas Kartim. 

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

OPINI
Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Rabu, 4 November 2026 | 19:24

Pembangunan infrastruktur perkotaan sering kali menjadi panggung paling transparan dalam menguji efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Ruang publik dan fasilitas jalan bukan sekadar struktur fisik dari bahan semen dan aspal

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill