Connect With Us

Pemkab Tangerang Bedah 81.400 Rumah Kumuh di Enam Kecamatan

| Rabu, 13 Juni 2012 | 17:17

Hermansyah. (tangerangnews / dira)

 
 
TANGERANG-Pemerintah Kabupaten Tangerang akan merenovasi sebanyak 81.400 rumah kumuh yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang. Renovasi rumah kumuh tersebut dilaksanakan melalui program Gerakan bersama rakyat mengatasi padat kumuh dan miskin (Gebrak Pakumis) menggunakan APBD tahun 2012 sebesar Rp 4 milIar.
 
Kepala Bapeda Kabupaten Tangerang Edy Junaidi mengatakan berdasarkan data Statistik Kabupaten Tangerang bahwa jumlah rumah kumuh ada 81.400 buah. Ini tersebar di 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang. Untuk itu Kabupaten Tangerang lewat program Pakumis akan meningkatkan kualitas dan pembangunan baru bagi rumah kumuh.

Dari jumlah 81.400 rumah kumuh tersebut, pada tahun 2012 ini Pemerintah Kabupaten Tangerang terlebih dahulu akan membangun 1.052 rumah kumuh. Untuk tahap pertama rumah yang akan dibangun sebanyak 523 rumah kumuh dari anggaran APBD 2012 dan Anggaran Biaya Tambahan 2012 sebanyak 529 rumah kumuh. Sementara rumah kumuh yang belum dibangun akan di bangun tahun selanjutnya dan juga menggunakan program bantuan stimulan perumahan swadaya.

Pembangunan rumah kumuh tahap pertama ini akan di bangun di 6 kecamatan, yaitu kecamatan Kresek di Desa Koper, Desa Pasir Ampo dan Desa Kemuning. Kecamatan Jayanti di Desa Pabuaran dan Desa Dangder. Sedangkan di Kecamatan Sukamulya di Desa Kubang dan Desa Buniayu. Kecamatan Mekar Baru di Desa Kosambi Dalam dan Desa Gandaria. Kecamatan Pakuhaji akan di bangun di Desa Suara Bambu.

“Untuk pembangunan kawasan rumah kumuh ini, dana stimulannya lima juta rupiah untuk pemabngunan perbaikan dan stimulan pembangunan baru rumah kumuh nilainya 10 juta rupiah. Pembangunan ini menggunakan kelompok swadaya masyarakat sebanyak 45 kelompok,” ujar Edy Junaidi yang ditemui usai rapat kerja pemantapan TKPK dan pelaksanaan Gebrak Pakumis, di ruang Parakan, Selasa (12/6).

Masih penjelasan Edy Junaidi, gerakan Pakumis ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mengentaskan kemiskinan, integrasi pembangunan secara menyeluruh yang dilaksanakan oleh Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang.

Sekda  Kabupaten Tangerang Hermasnyah mengaku upaya mengatasi kemiskinan ini merupakan sudah komitmen Bupati Tangerang, banyak program yang telah dilaksanakan sejak Pak Ismet Iskandar memimpin Kabupaten Tangerang sejak tahun 2003 yang lalu.

Seperti program PNPM replikasi, PNPM mandiri, dana Bos, bantuan kemiskinan, bantuan guru ngaji dan masih banyak yang lainnya. Dalam hal ini, Bapeda juga telah banyak membuat program dan konsep dalam mengatasi kemiskinan dengan program Pakumis ini.

“Saya juga harapkan kepada Sarjana Pendamping Pembangunan Pedesaan atau SP3 bisa membantu dalam menjalankan program Pakumis ini. Keikut sertaan Sarjana ini akan banyak membantu dalam kegiatan yang dilaksanakan program Pakumis,” ujar Hermansyah. (DRA)

HIBURAN
Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10

Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Akan Susun Regulasi Turunan Perpres Anti LGBT

Pemkab Tangerang Akan Susun Regulasi Turunan Perpres Anti LGBT

Jumat, 31 Juli 2026 | 20:16

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana menyusun peraturan daerah (Perda) sebagai tindak lanjut kebijakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang penanganan isu Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ).

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill