Connect With Us

Bantuan Buat Lansia di Kabupaten Tangerang Tertunda SK

| Senin, 30 Juli 2012 | 22:09

Ilustrasi Lansia. (tangerangnews / dira)


Reporter : Ganang

TANGERANG
-Belum diberikannya dana bantuan bagi para Lanjut Usia (Lansia) di Provinsi Banten oleh Dinas Sosial (Dinsos) lantaran sampai saat ini belum keluarnya Surat Keputusan (SK) Pembebanan. SK pembebanan dapat keluar bila hasil verfikasi tahap selanjutnya yang disyaratkan Dinsos telah disetorkan masing-masing kota/kabupaten di Provinsi Banten.

Hal tersebut dijelaskan Irma, selaku Kasie Pelayanan dan Perlindungan Sosial Anak dan Lanjut Usia pada Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten. Menurutnya dana bantuan untuk lansia memang sudah disiapkan oleh Pemprov Banten.
Hanya saja dalam proses pencairannya tentunya memerlukan hasil beberapa verifikasi.
“ Verifikasi kami lakukan agar dana yang diberikan nanti tidak salah sasaran. Sebab jumlah lansia tentunya setiap waktu akan mengalami perubahan. Hal itu dikarenakan ada yang sudah pindah alamat, meninggal atau kondisi lainnya,” terang Irma kepada tangerangnews.com, Senin, (30/7).

Irma melanjutkan SK Pembebanan tersebut merupakan syarat untuk diberikannya dana bantuan bagi lansia. Sementara mengenai SK lainnya diungkapkan Irma sudah tidak menjadi masalah karena memang sudah turun sebelumnya. Mengenai belum dikeluarkannya SK pembebanan, hal itu lebih disebabkan karena memang hasil verifikasi tahap selanjutnya yang disyaratkan Dinsos belun diserahkan oleh masing-masing kota/kabupaten.
“ Syarat pembayaran adalah harus adanya SK pembebanan. Nah, SK Pembebanan baru bisa keluar setelah hasil verifikasi sudah diserahkan ke kami,” imbuhnya.

Irma menjamin,  dana bantuan bagi para lansia se Provinsi Banten pasti akan diberikan, hanya saja mengenai kapan waktunya sangat tergantung dari hasil verifikasi yang dilalukan para pendamping. Sedangkan mengenai besaran dana yang akan diberikan bagi para lansia, Irma mengungkapkan besarannya sebesar Rp. 300 ribu perbulan.
“ Tinggal dikalikan saja selama 12 bulan. Dalam penyalurannya kami akan berkoordinasi dengan dinas sosial masing-masing,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan lansia yang ada di Kabupaten Tangerang resah lanataran dana bantuan dari Dinsos Provinsi Banten belum kunjung diberikan.

KAB. TANGERANG
Pria Ditemukan Tewas dengan Usus Terburai di Sepatan, Diduga Korban Pembunuhan Bermotif Dendam

Pria Ditemukan Tewas dengan Usus Terburai di Sepatan, Diduga Korban Pembunuhan Bermotif Dendam

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 22:18

Warga Kampung Bayur, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, dihebohkan oleh penemuan sesosok mayat pria pada Jumat malam 2 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill