Connect With Us

Mahasiswa UIN Ancam Aksi di Persidangan Pemerkosa Izzun

| Selasa, 7 Agustus 2012 | 21:12

Rekonstruksi Pembunuhan Izzun. (tangerangnews / rangga)

Reporter : Ganang
 
TANGERANG-Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah mendesak agar pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Izzun Nahdiyah ,24, dihukum mati.
 
Rekan-rekan kuliah Izzun ini mengancam melakukan aksi solidaritas untuk Izzun pada persidangan perdana kasus tersebut, Kamis (9/8) besok di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang  Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang.

Ketua Biro Advokasi BEM FISIP UIN Syarif Hidayatullah Adi Budiman mengatakan, pihaknya bersama seluruh Civitas Akademika UIN Syarif Hidayatullah mendesak agar   pelaku pemerkosaan terhadap Izzun diadili dan dihukum seberat-beratnya.
 
"Kami menuntut agar pelaku, khususnya aktor intelektualnya yang bernama Oleng dihukum mati," terang Adi kepada TangerangNews.com, Selasa (7/8).

Kata Adi, perbuatan Oleng alias Muhammad Soleh sangatlah kejam dan tidak berperikemanusiaan. Keluarga besar UIN Syarif Hidayatullah, kata Adi sangat terpukul dengan kejadian tersebut."Pelaku harus dihukum berat untuk memenuhi rasa keadilan. Selain itu, hukuman berat juga
akan menjadi efek jera bagi warga untuk tak melakukan tindakan kriminal semacam itu," ujarnya.

 Oleng sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku utama kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Izzun Nahdiyah (24) mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.
Oleng menyerahkan diri, dua pekan setelah kasus pembunuhan Izzun mengemuka pada Senin (6/4) lalu.

Kapolresta Kabupaten Tangerang , Kombes Pol  Bambang Priyo Andogo mengatakan, Oleng  dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup. Polresta Kabupaten Tangerang juga akan menjeratnya dengan kasus penadahan kendaraan bermotor hasil penggelapan.
 
“Benar. Selain akan dijerat dengan 340 tentang pembunuhan berencana, Oleng juga akan kami jerat dengan pasal 480 karena menjadi penadah kendaraan bermotor hasil penggelapan,” ujar Bambang.

Saat melakukan pemeriksaan diketahui bahwa 1 dari 3 kendaraan yang digunakan saat melakukan pembunuhan merupakan hasil penggelapan.

“Barang bukti kendaraan Mio bernopol B 6339 NHZ milik Usna, yang juga salah satu tersangka dalam kasus itu ternyata dibeli dari Oleng. Dia sendiri mendapat motor itu dari debt collector yang melakukan penggelapan dengan tidak mengembalikan kendaraan hasil sitaan dari konsumen ke kantor lisingnya,” jelas Kapolres.

Kasat Reskrim Polresta Kabupaten Tangerang, Kompol  Shinto Silitonga menyebut Oleng sudah tiga kali menjadi penadah kendaraan hasil penggelapan. “Kami sudah mengamankan ketiga kendaraan yang dijual Oleng. Para debt collector  pelaku penggelapan sedang kami kejar,” jelasnya.

Seperti diberitakan, Oleng beserta 5 orang rekannya terbukti melakukan
aksi perkosaan dan pembunuhan terhadap Izzun, di Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir, RT 2/2, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang pada Sabtu (7/4) lalu.

Mayat korban dibuang di  Jalan Ciangir, sekitar pukul 5.30 WIB. Oleng nekad melakukan aksi biadabnya karena kesal terus ditagih laptop yang ia pinjam dai korban namun ia jual Rp1,3 juta.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill