Connect With Us

Pencari Kerja Membludak di Tangerang

| Senin, 27 Agustus 2012 | 20:06

Pencari kerja di Tangerang sedang melihat informasi lowongan kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang. (tangerangnews / dira)

Reporter : Ganang

TANGERANG-Pasca lebaran ini para pencari kerja mulai membanjiri Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan kartu kuning, sebagai kelengkapan atau syarat pencari kerja. "Kami sudah menunggu kurang lebih dua jam, tapi belum mendapatkan nomer antrean juga," ungkap Sutarti (20), salah seorang pengantre kartu kuning kepada TangerangNews.com, Senin (27/8).

Sutarti juga mengatakan, meskipun sampai saat ini belum ada informasi yang jelas mengenai lowongan kerja dia tetap mengantri dan ingin segera mendapatkan kartu kuning.
"Sengaja, saya kepingin mendapatkan kartu kuning untuk berjaga-jaga jika ada lowongan kerja mendadak. Jadi, kalau saya sudah punya kartu kuning, kan tinggal masukin lamarannya," paparnya.

Salah seorang petugas Pelayanan Satu Pintu (Disnakertrans) Muhamat Hidayat mengatakan, bahwa jumlah pencari kerja setelah lebaran ini dipridiksi bisa naik lebih dari 100 persen dari hari biasa.

"Jumlah pencari kerja, kami pridiksi naik bisa lebih dari 100 persen. Karena, usai libur lebaran seperti ini, banyak masyarakat dari daerah yang berdatangan ke Tangerang untuk mencari pekerjaan," katanya.

Hidayat juga menjelaskan, bahwa sejauh ini, kebutuhan pasar kerja di Kabupaten Tangerang cukup tinggi. Namun, tidak semua pencari kerja mempunyai kemampuan dalam mengisi lowongan yang ada.
"Pasar kerja sebenarnya banyak, terutama untuk tenaga marketing. Namun pencari kerja tidak semua mempunyai kompetensi dan minat di bidang ini. Mereka lebih tertarik bekerja dipabrik, yang sebenarnya peluangnya sangat sedikit, dan terlalu banyak saingan," pungkasnya.

BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill