Connect With Us

Kapolsek Cikupa Diperiksa di Polda

| Rabu, 27 Februari 2013 | 18:05

Rumah tahanan Polres Metro Kota Tangerang. (tangerangnews / dira)

TANGERANG- Bidang Profesi dan Pengamanan Internal Polres Kabupaten Tangerang tengah melakukan pemeriksaan kepada dua orang petugas yang menjaga tahanan. Pasalnya tiga orang tahanan dalam sel Polsek Cikupa kabur melalui plafon.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, pihaknya akan mendalami dari mana asal muasal gerjagi yang digunakan tahanan untuk memobol teralis. "Apakah memang sengaja diberikan kepada pengunjung atau seperti apa, nanti kita dalami itu," katanya.

Sementara itu, selain memeriksa dua petugas jaga, propam Polda Metro Jaya juga akan memeriksa Kapolsek sebagai orang yang paling bertanggungjawab dikantornya. "Kapolsek juga termasuk diperiksa, kalau dia lalai maka dapat sanksi," jelasnya.

Dalam sel tersebut memang hanya ada tiga orang tahanan, mereka diantaranya Eko Wardana tersangka pembunuhan tahanan titipan Jaksa, Imron, tersangka perampasan sepeda motor dan M. Toha tersangka pencurian.
 
Seperti diketahui, tiga tahanan tersebut kabur sekitar Senin 25 Februari dini hari. Mereka sengaja menjebol plafon untuk melarikan diri. Petugas jaga pun langsung dimintai keterangan terkait hal tersebut. Saat ini anggota sedang melakukan pengejaran.(DRA)
 
BANTEN
Pemprov Banten Dorong Elektrifikasi KRL Rangkasbitung–Merak, Investasi Capai Rp1,29 Triliun

Pemprov Banten Dorong Elektrifikasi KRL Rangkasbitung–Merak, Investasi Capai Rp1,29 Triliun

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 23:06

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mematangkan rencana percepatan elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (double track) kereta api relasi Rangkasbitung–Merak.

HIBURAN
Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:53

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill