Connect With Us

25 Pekerjanya Terserang Penyakit, Industri Ilegal Digerebek Polresta Tangerang

| Jumat, 3 Mei 2013 | 18:41

Industri yang diduga ilegal. (tangerangnews / rangga)

 

TANGERANG-Sebuah Industri kecil ilegal di RT 3/4, Kampung Bayur Ropak, Desa Lebak Wangin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang digerebek Satuan Reskrim Polresta Tangerang, Jumat (3/5), sore. Industri yang memproduksi wajan almunium tersebut  diduga polisi tak memiliki izin dan juga mempekerjakan karyawan dengan tidak manusiawi.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang,  Kompol Shinto Silitonga mengatakan, penggerebekan ini berawal dari kaburnya salah satu karyawan bernama Andi Gunawan. Korban pulang ke kampung halaman-nya di Lampung. Lalu Andi  melaporkan perlakuan sewenang-sewenang pemilik usaha bernama Yuki Irawan ke Polres Lampung Utara dan Komnas HAM.

"Korban mengaku kalau dia bekerja dibawah tekanan dan dianiaya, itu terlihat dari bekas luka di tubuhnya. Atas laporan itu, Polres Lampung Utara dan Komnas HAM bekerjasama dengan Polresta Tangerang melakukan pengeggrebekan," ujarnya ketika di lokasi.

Dari pengerebekan tersebut, pihaknya menemukan sebanyak 25 pekerja dalam keadaan tidak terawat dan mengalami penyakit kulit. Empat pekerja diantaranya masih di bawah umur. Mereka berasal dari Lampung dan Cianjur.

"Ketika bekerja disini, HP mereka disita dengan alasan agar tidak hilang. Mereka juga tidur di sebuah bilik yang gelap dan pengap sehingga kondisi mereka kotor dengan pakaian koyak-koyak dan kena penyakit kulit. Bahkan 17 pekerja belum mendapatkan 2 bulan gaji. Ini menguatkan indikasi perlakukan tidak manusiawi yang dilakukan pemilik usaha," papar Shinto.

Selain itu, industri yang telah berdiri selama satu tahun ini tidak memiliki izin usaha, hannya surat keterangan usaha dari Kecamatan Cikupa. Hal itu, menurut Shinto, menyalahi aturan karena karena surat tersebut jauh dari lokasi industri yang berada di Sepatan.

"Untuk penyelidikan kita bawa 25 buruh, mandor serta pemilik usaha ini ke Polresta Tangerang. Kita juga amankan barang bukti berupa komponen alat, bahan baku dan produk jadi," paparnya.

Shinto menegaskan, pemilik usaha terancam pasal 333 KUHP tentang penyekapan orang dan pengekangan kemerdekaan orang dan 351 KUHP tentang penganaiyaan terhadap korban Andi Gunawan.

Sementara salah satu pekerja yang belum diketahui identitasnya mengakui bahwa dirinya bekerja dibawah tekanan dan paksaan.

 "Saya bekerja sudah enam bulan, kerjanya dari jam 6 sampai 8 malam dengan gaji Rp 600 ribu per bulan. Saya sering dipaksa dan dianiaya kalau kerja salah. Makan juga cuma seadanya, pakai nasi sama tempe dua buah. Karena itu banyak yang kabur dari sini," tukasnya. (RAZ)
 
NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill