Connect With Us

Komnas HAM Desak Polisi Usut Keterlibatan Oknum Aparat

| Minggu, 5 Mei 2013 | 18:01

Pabrik Kuali (tangerangnews / rangga)

 

TANGERANG
-Komnas HAM menduga ada keterlibatan oknum aparat penegak hukum yang membekingi  pabrik kuali dan wajan ilegal di Desa Lebak Wangin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang yang memperlakukan pekerja secara tidak manusawi.

Hal itu dikatakan Anggota Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Siane Indriani saat meninjau lokasi pabrik, Minggu (5/5). Dia mendesak polisi segera mengungkap hal tersebut.

"Berdasarkan keterangan dua pekerja yang kabur dari pabrik dan melapor ke Komnas HAM, ada oknum aparat yang membantu pemilik pabrik, karena itu tidak ada yang pernah melapor. Kita minta diusut tuntas," ujarnya.

Dia juga menilai lemahnya pengawasan aparat desa dan Dinas Ketenagakerjaan yang tidak mengetahui peristiwa tersebut. "Pabrik ini ada di tengah masyarakat, Tangerang tidak jauh dari ibukota. Saya heran masih ada saja tindakan seperti perbudakan. Ini kelemahan semua pihak, Disnaker juga harus dievaluasi, kenapa tidak ada pengawasan," tegas Siane.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Tenagakerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Deni menerangkan pihaknya sudah melakukan pengumpulan saksi-saksi terkait kasus tersebut. “Kami masih memintai keterangan dari para saksi, kami juga akan mengejar upah buruh yang belum dibayar,” ujarnya. (RAZ)
 
PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

BANTEN
Pemprov Banten Dorong Elektrifikasi KRL Rangkasbitung–Merak, Investasi Capai Rp1,29 Triliun

Pemprov Banten Dorong Elektrifikasi KRL Rangkasbitung–Merak, Investasi Capai Rp1,29 Triliun

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 23:06

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mematangkan rencana percepatan elektrifikasi dan pembangunan jalur ganda (double track) kereta api relasi Rangkasbitung–Merak.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill